Wisata Zero Visual Pengalaman Bali Hanya dengan Sentuhan, Suara, dan Aroma

Pura Uluwatu Saat Senja
Sumber :
  • https://disparda.baliprov.go.id/wp-content/uploads/2020/04/uluwatu2.jpg

Manfaat dan Dampak bagi Wisatawan

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

1. Restorativeness


Studi multisensori di hutan rekreasi Taiwan membuktikan bahwa suara, aroma, dan sentuhan berkontribusi positif terhadap persepsi restoratif pengunjung, bahkan lebih tinggi daripada stimulasi visual.

img_title Ekowisata Bahari Wakatobi, Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir

2. Inklusi Disabilitas


Dengan mengedepankan kegiatan tanpa ketergantungan pada penglihatan, wisata ini memberdayakan tunanetra maupun kelompok umum untuk merasakan kebudayaan secara setara.

img_title Sejarah Perahu Tradisional Nusantara, dari Pinisi hingga Kajang

3. Diferensiasi Destinasi


Bali dapat memperluas pasar wisatawan pencari pengalaman unik (experiential tourism) yang mencari lebih dari sekadar panorama visual.

Infrastruktur dan Tantangan

Meskipun beberapa objek wisata di Bali telah menyediakan fasilitas ramah disabilitas seperti Pantai Sanur dengan jalur landai kursi roda, serta Bali Safari and Marine Park yang dilengkapi toilet dan jalur akses difabel program “Zero-Visual” masih memerlukan standarisasi pemandu khusus, pelatihan audio-deskripsi, serta penyediaan ruang sensori yang aman dan higienis.

Wisata “Zero-Visual” menghadirkan paradigma baru dalam pariwisata Bali, memaksimalkan sentuhan, suara, dan aroma untuk menciptakan pengalaman imersif dan inklusif. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, serta komunitas lokal, Bali berpotensi menjadi pionir destinasi multisensori berskala global.