Gili Meno dan Upaya Menyelamatkan Terumbu Karang

Gili Meno dan Upaya Menyelamatkan Terumbu Karang
Sumber :
  • https://www.google.com/imgres?q=Terumbu%20Buatan&imgurl=https%3A%2F%2Ftbpnickel.com%2F_next%2Fimage%3Fur

Wisata, VIVA Bali –Terumbu karang bukan sekadar pemandangan indah di bawah laut. Ekosistem ini menjadi tempat hidup berbagai biota laut dan membantu melindungi kawasan pesisir. Namun, pemanasan laut, pencemaran, dan aktivitas manusia dapat merusak habitat tersebut.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

Salah satu upaya pemulihan dilakukan melalui teknologi terumbu buatan atau artificial reef. Di Kepulauan Gili, restorasi terumbu menggunakan teknologi Biorock, pembibitan karang, dan perbanyakan karang.

Proyek Biorock telah dikembangkan sejak 2004. Teknologi ini menggunakan struktur logam yang dialiri listrik bertegangan rendah untuk membantu pembentukan mineral batu kapur pada permukaan struktur. Permukaan tersebut dapat menjadi tempat karang tumbuh.

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

Laporan dampak organisasi itu mencatat sekitar 200 struktur Biorock telah dipasang di kawasan Kepulauan Gili dan Lombok. sekitar 1.000 meter persegi area restorasi berdasarkan luas permukaan katode Biorock. Angka ini merupakan data organisasi, bukan pengukuran independen untuk seluruh kawasan.

 
img_title Ekowisata Bahari Wakatobi, Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir
 

Bagaimana Biorock Membantu Pertumbuhan Karang?

 

Biorock bukan pengganti seluruh terumbu alami. Teknologi ini membantu menyediakan permukaan bagi pertumbuhan karang dan dapat mendukung pemulihan habitat yang rusak jika kondisi lingkungan sesuai.

Keberhasilan restorasi tetap bergantung pada suhu laut, kualitas air, jenis karang, arus, dan pemeliharaan. Terumbu buatan juga tidak menghapus penyebab utama kerusakan laut, seperti perubahan iklim dan pencemaran.

Program pembibitan karang, edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, serta pemasangan pelampung tambat untuk mengurangi kerusakan akibat jangkar. Upaya tersebut memperlihatkan bahwa konservasi membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pelaku wisata, penyelam, dan pengunjung.

 
 

Penting dicatat, program restorasi yang terdokumentasi mencakup sejumlah lokasi di Kepulauan Gili. Wisatawan yang ingin melihat struktur Biorock perlu memastikan lokasi dan jadwal kunjungan kepada operator konservasi. Jangan berasumsi seluruh struktur berada di perairan Gili Meno.

Keindahan Gili Meno Tak Hanya Terumbu Karang

 

Gili Meno dikenal dengan pantai berpasir putih, air laut jernih, dan suasana yang relatif tenang. Kementerian Pariwisata Indonesia menyoroti pulau ini sebagai destinasi untuk bersantai, snorkeling, dan menikmati kehidupan laut, termasuk kesempatan melihat penyu di habitat alaminya.

 
 

Salah satu daya tarik bawah laut yang populer adalah instalasi patung berbentuk lingkaran yang dikenal sebagai Nest. Wisatawan dapat mengunjunginya melalui tur snorkeling dengan pemandu. Namun, patung tersebut merupakan instalasi seni bawah laut, bukan terumbu alami.

Halaman Selanjutnya
img_title