Bupati Lombok Timur Siaga Hadapi Musim Hujan
- https://portal.lomboktimurkab.go.id/baca-berita-2570-bupati-ingatkan-mitigasi-bencana-hidrometeorologi.html
Lombok Timur, VIVA Bali –Menjelang musim penghujan, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Arahan tersebut menindaklanjuti prediksi BMKG yang menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk kawasan selatan ekuator seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan mulai memasuki musim hujan pada pekan terakhir Oktober.
Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pathurrahman, Bupati meminta agar ranting-ranting pohon di sejumlah ruas jalan utama segera dibersihkan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan melindungi keselamatan masyarakat serta pengguna jalan. Arahan tersebut disampaikan Bupati dalam rapat bersama sejumlah pimpinan OPD dan camat yang berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025 di Ruang Rapat Bupati.
Dilansir dari portal.lomboktimurkab.go.id, Bupati juga mengingatkan Camat Selong serta para lurah agar memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayahnya untuk mencegah terjadinya banjir, terutama di kawasan strategis perkotaan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan OPD terkait dalam pelaksanaannya.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan air, maupun longsor. Sebagai langkah mitigasi, warga diminta menjaga kebersihan saluran drainase agar tidak tersumbat.
Tidak hanya membahas mitigasi bencana, Bupati Warisin juga menyoroti isu lain seperti optimalisasi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepada Camat Sembalun, ia memerintahkan agar dilakukan penertiban terhadap para pelaku usaha pariwisata di wilayah tersebut.
“Silakan, jangan takut menarik pajak atau kewajiban mereka. Saya percaya dengan anda makanya menempatkan anda di sana,” tegasnya.
Ia juga mempersilakan agar koordinasi dilakukan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) jika diperlukan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).