Amukan Angin Kencang di Suela Rusak Atap Rumah Warga hingga Pagar RSUD Selaparang
- Humas Polres Lotim/ VIVA Bali
Lombok Timur, VIVA Bali – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa, 20 Januari 2026. Embusan angin kencang tersebut merobohkan pohon raksasa yang menutup akses utama menuju kawasan wisata Sembalun.
Peristiwa yang pecah sekira pukul 14.00 WITA ini juga merusak bangunan milik warga serta fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian. Akibatnya, mobilitas masyarakat dari arah Suela maupun Sembalun sempat lumpuh total.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman mengungkapkan, insiden ini dipicu oleh kondisi batang pohon yang sudah lapuk serta hantaman badai sejak malam hari.
"Kanit IK bersama anggota jaga dan karyawan Kebun Raya Lemor bergerak cepat mengevakuasi material pohon menggunakan chainsaw," kata AKP Nikolas saat dikonfirmasi. VIVA BALI, Rabu 21 Januari 2026.
Dampak kerusakan akibat cuaca buruk ini turut menyasar pemukiman di Dusun Limbungan Timur, Desa Perigi. Atap rumah milik Amaq Nati (50), seorang petani setempat, dilaporkan terbang disapu angin saat situasi memburuk.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut karena pemilik bangunan sedang berada di luar saat kejadian," sambungnya.
Berdasarkan pendataan petugas kepolisian di lapangan, total kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah. Pagar RSUD Selaparang yang hancur tertimpa dahan mengalami kerugian Rp2 juta, sementara kerusakan rumah warga menyentuh angka Rp7 juta.
"Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak PLN guna memastikan keamanan instalasi listrik di sekitar titik lokasi," jelas perwira balok tiga tersebut.
Proses pembersihan material kayu yang menutup badan jalan berlangsung selama satu jam di bawah guyuran gerimis. Tepat pukul 15.00 WITA, petugas gabungan akhirnya berhasil membuka kembali jalur yang sempat tersumbat.
"Saat ini akses sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, namun kami imbau warga tetap waspada karena situasi masih ekstrem," pungkasnya.
Pihak kepolisian meminta pengguna jalan untuk terus memantau informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi jalur yang rawan pohon tumbang.