Desa Darmasaba Unjuk Peran di Forum Rabies Dunia
- https://badungkab.go.id/kab/berita/66659-desa-darmasaba-kembali-ukir-prestasi-internasional-inovasi-bajra-jadi-inspirasi-penanggulangan-rabies-di-asia
Badung, VIVA Bali – Desa Darmasaba kembali membawa nama Kabupaten Badung ke kancah internasional. Kepala Desa Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba, menjadi salah satu panelis dalam Konferensi Rabies in Borneo (RIB) 2025 yang berlangsung di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK), Sarawak, Malaysia pada 30 September–1 Oktober 2025, dilansir dari bandungkab.go.id pada Senin, 13 Oktober 2025.
Konferensi internasional ini mengangkat tema Rabies-Free Borneo: Uniting People, Animals, and Communities – Collaborate, Vaccinate, Educate dan dihadiri lebih dari 400 delegasi dari berbagai negara di Asia serta dunia.
Keikutsertaan Desa Darmasaba merupakan kelanjutan dari keberhasilan program TISIRA (Tim Siaga Rabies) yang sebelumnya mendapat dukungan Australia–Indonesia Health Security Partnership (AIHSP). Kini, desa tersebut mengembangkan inisiatif lokal secara mandiri melalui program BAJRA (Bersama Jaga Rabies) dengan pendanaan APBDes.
Program BAJRA menggabungkan pelaporan cepat dari masyarakat, edukasi berkelanjutan seperti kegiatan Sahabat Anti Rabies (Friends Against Rabies) Indonesia melalui Ibu Denni Rajagukguk, serta koordinasi lintas sektor yang melibatkan kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan pemerintah desa. Dukungan juga datang dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung (Diperpa).
Forum ini menjadi momentum penting bagi pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, memperkuat strategi vaksinasi, dan memperluas edukasi publik demi mencapai target Asia Bebas Rabies 2030.
Dalam kesempatan tersebut, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi rabies di tingkat desa sangat ditentukan oleh vaksinasi anjing yang konsisten, edukasi masyarakat secara berkelanjutan, dan respons cepat berbasis data saat terjadi kasus gigitan.
“Dengan kolaborasi, vaksinasi, dan edukasi yang berjalan seiring, desa dapat menjadi benteng pertama dalam upaya eliminasi rabies,” kata Prabhawa Manuaba.
Acara resmi dibuka oleh Mona Abdul Manap, CEO Place Borneo dan Conference Convenor, dilanjutkan sambutan Tan Sri Dato’ Seri Dr. Noor Hisham Abdullah, mantan Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, serta Menteri Stephen Rundi Utom yang menegaskan komitmen Sarawak menuju wilayah bebas rabies.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti sejumlah sesi penting, seperti Plenary Session bersama WHO bertema Zero by 30, sesi teknis lintas sektor, serta side event dari World Organisation for Animal Health (WOAH) mengenai kerja sama lintas batas antara Sarawak, Sabah, Kalimantan, dan Brunei.