Pemkab Badung Perkuat Benteng Generasi Muda Lewat Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah
- https://badungkab.go.id/storage/kab/image/sosialisasi-bahaya-narkoba-1-20260804143627-XTLgJ.jpeg
Badung, VIVA Bali –Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menggencarkan sosialisasi di seluruh jenjang pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkotika dan mampu melindungi diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Salah satu kegiatan sosialisasi digelar di SMP Negeri 2 Kuta Utara pada Selasa, 4 Agustus 2026, dengan menghadirkan Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Kegiatan itu melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), kepala sekolah, guru, serta para peserta didik yang mengikuti penyuluhan secara interaktif.
Dikutip dari bali.antaranews.com, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan sosialisasi bahaya narkoba akan terus dilakukan secara berkelanjutan di setiap jenjang sekolah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter pelajar sehingga tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan.
Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengatakan masa remaja merupakan periode yang penuh potensi, tetapi juga rentan terhadap berbagai pengaruh negatif apabila tidak dibekali pemahaman yang benar.
"Kami berupaya membangun benteng pertahanan yang kuat dalam diri setiap anak Badung yakni sehat, cerdas, berkarakter, bebas narkoba, dan siap mewujudkan generasi emas yang kami cita-citakan," ujar Rasniathi Adi Arnawa.
Ia menjelaskan bahwa penyuluhan tidak hanya bertujuan mengenalkan bahaya narkoba, tetapi juga menanamkan keberanian kepada para pelajar untuk menolak setiap bentuk ajakan menggunakan narkotika. Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif.
Para siswa juga diajak mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, berkarya, dan aktif dalam organisasi sekolah. Selain itu, mereka didorong untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua maupun guru sebagai langkah mencegah berbagai persoalan yang berpotensi menjerumuskan remaja ke penyalahgunaan narkoba.
"Jangan pernah biarkan keinginan mencoba, rasa ingin tahu yang salah, atau tekanan pergaulan menghancurkan masa depan yang cerah itu lewat narkoba," tegasnya.