Tambahan Dua Kloter Haji Ringankan Antrean Jamaah NTB

Menteri Haji & Umrah menghadiri perayaan 90 tahun Madrasah NWDI.
Sumber :
  • https://mataram.antaranews.com/berita/496261/menteri-haji-dan-umrah-tambah-dua-kloter-haji-untuk-ntb-di-2026

Lombok Timur, VIVA Bali –Pemerintah memastikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mendapatkan tambahan dua kloter haji pada tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat masa tunggu keberangkatan calon jamaah haji yang selama ini mencapai puluhan tahun.

img_title Dugaan Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur, Kerugian Capai Ratusan Juta

Dikutip dari mataram.antaranews.com, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, tambahan dua kloter tersebut berasal dari total kuota sekitar 4.000 calon jamaah haji. Dengan kebijakan ini, masa antrean di NTB diperkirakan berkurang menjadi sekitar 26 tahun.

“NTB akan mendapatkan tambahan dua kloter dari jumlah calon haji sebanyak 4.000 orang,”
kata Irfan didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat berkunjung dan menghadiri perayaan 90 tahun madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Anjani, Lombok Timur, melalui keterangan resmi, Minggu (12/10).

img_title Mencekam! Angin Kencang Ngamuk di Lombok Timur, Atap Rumah Warga Terbang Terhempas

Irfan menjelaskan, sebagai kementerian baru, pihaknya terus berupaya memperbaiki berbagai kekeliruan masa lalu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Pelayanan kesehatan bagi calon jemaah kita dinilai Pemerintah Arab Saudi masih kurang bagus. Begitu juga dengan kuota haji untuk daerah yang belum sesuai dengan Undang-Undang Haji dan lain-lain,” terangnya.

img_title Amukan Angin Kencang di Suela Rusak Atap Rumah Warga hingga Pagar RSUD Selaparang

Selain menambah kuota, Kementerian Haji dan Umrah juga memastikan infrastruktur pelayanan haji di seluruh kantor urusan haji di Indonesia dalam kondisi baik. Irfan menyebut, pihaknya telah menyampaikan kepada DPR RI agar kuota haji daerah ditetapkan berdasarkan masa tunggu antrean, agar pembagiannya lebih adil di setiap wilayah.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik keputusan pemerintah tersebut. Ia menilai kebijakan ini menjadi kabar gembira bagi ribuan calon jamaah di NTB yang telah lama menantikan giliran berangkat ke Tanah Suci.