Penurunan Kasus DBD di Mataram Jadi Sinyal Positif

Nyamuk DBD sedang Mengantup darah orang.
Sumber :
  • https://hellosehat.com/infeksi/demam-berdarah/demam-berdarah-dengue-dbd/

Mataram, VIVA Bali – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Agustus 2025 sebanyak 479 kasus. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 515 kasus.

img_title Dinkes Mataram Wajibkan MBG Sediakan Kuota Ibu Balita

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H Emirald Isfihan, menyebut penurunan kasus ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD. “Dari 479 kasus DBD tahun 2025 ini, belum ada kasus kematian akibat DBD, dan diharapkan tidak pernah ada,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H Emirald Isfihan. Minggu, 14 September 2025.

Menurut Emirald, penurunan tersebut juga didukung oleh pola hidup bersih dan kebiasaan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal sekali dalam sepekan, terutama setelah hujan. Hal ini menjadi langkah antisipatif agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.

img_title Dinkes Kejar Pelaku Pembuangan Limbah Bahan Medis di Mataram

Seperti dikutip dari antaranews.com, Gerakan PSN 4 plus dan fogging kini ditetapkan sebagai program rutin di setiap kelurahan. Kegiatan ini dilakukan satu hingga dua hari setelah hujan agar jentik nyamuk tidak sempat tumbuh menjadi nyamuk dewasa.

Selain upaya masyarakat, tenaga kesehatan di puskesmas juga aktif turun mendampingi warga dalam kegiatan PSN. Hal ini menciptakan sinergi yang lebih kuat antara petugas kesehatan dan masyarakat.

img_title Meriah dan Penuh Makna, Parade MotoGP Tegaskan NTB Siap Jadi Tuan Rumah

Dinkes Mataram menegaskan tidak lagi ingin menerapkan pola "pemadam kebakaran", yakni baru bertindak ketika kasus sudah tinggi. Sebaliknya, strategi pencegahan menjadi prioritas utama.

Dengan tren penurunan kasus DBD ini, pemerintah daerah optimistis Kota Mataram bisa semakin terbebas dari ancaman wabah demam berdarah, asalkan kebiasaan hidup bersih dan gotong royong warga terus dijaga.