Rupiah Diperkirakan Bergerak di Rp16.300–Rp16.425 per Dolar AS
- https://www.antaranews.com/berita/5069505/rupiah-pada-kamis-pagi-menguat-jadi-rp16360-per-dolar-as?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right
Jakarta, VIVA Bali – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.300 hingga Rp16.425 per dolar Amerika Serikat (AS).
“Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan The Fed mendorong sikap risk-off investor, meski ada yang menilai kondisi ini bisa membuka peluang pemangkasan suku bunga pada FOMC September 2025,” kata Josua Pardede. Kamis 28 Agustus 2025.
Menurutnya, ketidakpastian global juga meningkat setelah AS resmi menggandakan tarif impor dari India hingga 50 persen.
Kebijakan itu mencakup tambahan tarif 25 persen terhadap pembelian minyak Rusia oleh India, di luar tarif 25 persen yang lebih dulu dikenakan pada berbagai produk India, termasuk garmen, perhiasan, alas kaki, perlengkapan olahraga, furnitur, serta bahan kimia.
“India kemungkinan besar akan melakukan aksi balasan dengan alasan kebijakan AS tidak adil, sementara negara lain seperti Tiongkok yang juga mengimpor minyak Rusia hanya dikenai tarif lebih ringan sebesar 30 persen,” ujar Josua dilansir dari antaranews.com.
Kepala Ekonom Permata Bank menambahkan, Presiden Trump juga memperingatkan bahwa negara lain yang membeli minyak dari Rusia berpotensi menghadapi tarif lebih tinggi dalam waktu dekat.
Sementara itu, pasar global cenderung wait and see menunggu rilis data ekonomi AS pekan ini, khususnya estimasi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) dan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi acuan utama The Fed.