Bumi NTT Tak Pernah Benar-Benar Diam, Mengapa Gempa Begitu Sering Terjadi?

NTT Diguncang Gempa Lagi, Ini yang Membuat Indonesia Timur Rawan Guncangan
Sumber :
  • https://www.antaranews.com/berita/5695875/gempa-ntt-jadi-pengingat-keberadaan-zona-aktif-di-nusa-tenggara

Nusa Tenggara Timur, VIVA Bali –Gempa bumi kembali menjadi perhatian setelah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang sejumlah gempa, termasuk gempa besar bermagnitudo 7,7 yang terjadi di Flores pada 15 Agustus 2026. Dilansir dari antaranews.com, gempa tersebut bersumber dari Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust, sebuah zona sesar aktif yang membentang di sisi utara Kepulauan Sunda Kecil, mulai dari Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur. Antaranews.com juga melaporkan bahwa pada Kamis 27 Agustus 2026, gempa berkekuatan 4,6 magnitudo kembali mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 51 kilometer timur laut Ruteng pada kedalaman 10 kilometer.

img_title Masa Mekar Bunga Sepe dalam Festival Sepe Kota Kupang

Lantas, mengapa NTT dan wilayah Indonesia Timur begitu akrab dengan aktivitas gempa? Kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif. Di wilayah Nusa Tenggara, Lempeng Indo-Australia bergerak menuju dan menunjam ke bawah Busur Sunda, sementara tekanan tektonik juga berinteraksi dengan sistem Busur Banda. Pergerakan tersebut menciptakan tekanan besar pada kerak bumi yang kemudian dapat dilepaskan melalui aktivitas sesar dan memicu gempa bumi.

Salah satu struktur yang menjadi perhatian adalah Flores Back-Arc Thrust. Sesar ini merupakan zona sesar naik aktif yang secara geologis memiliki sejarah menghasilkan gempa besar di kawasan Nusa Tenggara. Antaranews.com mencatat sejumlah gempa kuat di wilayah tersebut, termasuk gempa Bali 1815, Flores 1992, Alor 2004, Lombok 2018, hingga gempa Flores berkekuatan 7,7 magnitudo pada Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di kawasan Nusa Tenggara bukanlah fenomena baru, melainkan bagian dari karakter geologi wilayah tersebut.

img_title Tragis, Bocah SD di Ngada NTT Tewas karena Tak Mampu Beli Buku

Kondisi geologi yang kompleks membuat masyarakat di NTT perlu memiliki kesiapsiagaan yang kuat. Gempa bumi tidak dapat dipastikan kapan akan terjadi, sehingga memahami jalur evakuasi, mengetahui lokasi aman, serta memastikan bangunan memiliki struktur yang lebih tahan terhadap guncangan menjadi langkah penting. Terlebih setelah gempa besar, aktivitas susulan masih mungkin terjadi. Antaranews.com sebelumnya melaporkan bahwa setelah gempa M7,7 di NTT, BNPB mencatat puluhan gempa susulan, termasuk beberapa yang berkekuatan cukup besar.

Halaman Selanjutnya
img_title