Ketahanan Air Bali Diperkuat, PJT I Mulai Pasang Sistem Pemantauan Hujan dan Sungai

Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air WS Bali-Penida PJT I, Hamim Ghufroni Menjelaskan Penugasan Perum Jasa Tirta I (PJT) di Bali
Sumber :
  • Dewi Umaryati/ VIVA Bali

Denpasar, VIVA BaliPerum Jasa Tirta I (PJT) mulai memperkuat pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai (WS) Bali-Nusa penida.

img_title Badung Beralih ke Teknologi Air Laut, Langkah Baru Menuju Ketahanan Air

Penugasan ini bagian dari strategi pemerintah menghadapi tantangan ketahanan air di Bali, mulai dari ancaman banjir saat musim hujan hingga defisit air di musim kemarau.

Penugasan PJT I di WS Bali Nusa penida berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 yang diterbitkan 22 April 2026.

img_title Rayakan Kemerdekaan di Gunung Penanggungan Kahf Brotherhood Tanam Pohon Bersama Sekawan Bumi

Bali menghadapi tantangan pengelolaan air yang tidak sederhana.

Curah hujan tahunan saat musim penghujan mencapai lebih dari 2.000 milimeter berpotensi menghasilkan surplus aliran permukaan dan memicu banjir di sejumlah wilayah.

img_title Reskrim Polsek Wongsorejo Amankan Motor dan Pelaku Penggelapan Sekaligus, Kelas!

Di sisi lain, saat musim kemarau persoalan berbalik menjadi defisit air. Kondisi yang menjadi perhatian di Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan yang berada di kawasan Sarbagita.

Untuk menghadapi persoalan ini, PJT I akan membawa pengalaman pengelolaan 5 wilayah sungai yang selama ini menjadi wilayah kerja perusahaan ke Bali.

Pada tahap awal penugasan, PJT I memprioritaskan dua kajian sekaligus, yakni pemasangan peralatan telemetri untuk memperkuat sistem informasi sumber daya air.

Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air WS Bali-Penida PJT I, Hamim Ghufroni mengatakan pihaknya akan memasang 2 alat pemantau curah hujan atau Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan 2 unit alat pemantau tinggi muka air sungai atau Automatic Water Level Recorder (AWLR).

“Program pertama di awal tahun ini kami ada program, yakni pemasangan peralatan telemetri,” kata Hamim, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kepada Bali.viva.co.id, Hamim menjelaskan alat ini rencana dipasang di kawasan Tukad Mati dan Tukad Badung sesuai pembahasan dan kajian awal mengenai kondisi hidrologi wilayah.

Menurut Hamim, pemasangan perangkat ini bagian dari upaya membangun sistem pemantauan kondisi air secara lebih cepat dan akurat.

Sistem ini, menurut Hamim akan dikembangkan melalui Smart Water Management System (SWMS).

Teknologi ini telah diterapkan PJT I di 5 wilayah sungai eksisting dan digunakan untuk memantau serta memprediksi hujan dan debit air.

Besarnya tantangan pengelolaan WS Bali-Penida membutuhkan anggaran operasi dan pemeliharaan yang besar, mencapai Rp400 miliar per tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title