Badung Beralih ke Teknologi Air Laut, Langkah Baru Menuju Ketahanan Air
- https://bali.antaranews.com/berita/392929/pemkab-badung-mulai-bahas-teknis-swro-seperti-gili-trawangan
Badung, VIVA Bali –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai mengubah arah kebijakan penyediaan air bersih dengan menjajaki teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yaitu sistem pengolahan air laut menjadi air tawar. Langkah ini menandai transisi baru Badung dalam mengatasi keterbatasan sumber air sungai yang selama ini menjadi andalan.
Dikutip dari bali.antaranews.com, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I B Gede Arjana, menyebut penerapan teknologi SWRO penting karena debit air dari hulu kini tak lagi mampu menjangkau kawasan selatan.
"SWRO ke depan penting bagi Badung, sekarang kami untuk memproduksi air permukaan dari sungai sudah mempunyai kendala karena aliran sungai dari hulu ke hilir biasanya tak sampai ke Badung Selatan, jadi SWRO sangat penting," kata dia, Kamis (6/11).
Arjana menegaskan, PDAM Tirta Mangutama telah melakukan studi kelayakan terhadap proyek ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pariwisata. Pemerintah juga menyiapkan lahan agar pengelolaan air tidak membebani masyarakat.
"Komitmen dari Pemkab adalah menyiapkan tanah apakah bertahap pembebasan tanah, apakah ada tanah yang bisa dipakai, sehingga PDAM bisa bisnis dengan sewa aset dan Pemerintah berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama, Made Suarsa, menambahkan air hasil olahan SWRO nantinya akan diprioritaskan untuk kawasan pariwisata Badung Selatan yang selama ini mengalami defisit pasokan.
"Kunjungan kerja ini menjadi langkah penting dalam upaya Pemkab Badung untuk mengamati dan belajar dari praktik pengelolahan air laut menjadi air tawar, dengan harapan nantinya bisa diterapkan di Badung Selatan," ucapnya.
Penerapan SWRO menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemkab Badung untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air sungai dan memperkuat ketahanan air daerah. Jika berhasil, Badung berpotensi menjadi daerah pertama di Bali yang mengadopsi sistem pengolahan air laut skala besar untuk mendukung keberlanjutan pariwisata dan kebutuhan masyarakat pesisir.