Ancaman Mikroplastik bagi Ekosistem Laut

Sampah plastik berbahaya bagi kehidupan laut dan kesehatan manusia.
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-ai-image/plastic-waste-quietly-gathers-ocean-unnoticed-by-marine-life_135009193.htm

Viva Bali – Laut adalah rumah bagi lebih dari dua juta spesies makhluk hidup dan merupakan penyedia oksigen terbesar di bumi. Namun, keindahan dan keseimbangan ekosistem laut kini sedang terancam oleh partikel yang sangat kecil namun mematikan, yaitu mikroplastik. Meski ukurannya kurang dari 5 milimeter, dampaknya sangat besar bagi lingkungan, kehidupan laut, dan bahkan kesehatan manusia.

img_title Flyboard di Bali: Sensasi Terbang Bak Superhero di Atas Laut

Mikroplastik terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1.    Primary Microplastics

img_title Kali Biru Prafi, Surga Air Jernih di Papua Barat

Primary microplastics adalah partikel plastik berukuran mikro yang diproduksi secara sengaja dalam skala industri untuk digunakan dalam produk konsumen atau keperluan industri.

Memiliki Ciri-Ciri Berikut Ini.

img_title Hiu Paus Botubarani: Wisata Bahari yang Mengutamakan Konservasi

1)    Ukuran sangat kecil, umumnya kurang dari 1 mm, bahkan bisa mikron.

2)    Berbentuk butiran bulat halus, silinder, atau serpihan sangat kecil.

3)    Tidak terlihat kasat mata saat larut dalam air atau produk.

Contoh Produk Mengandung Primary Microplastics:

1)    Microbeads dalam produk kecantikan seperti scrub wajah, body wash, dan pasta gigi pemutih.

2)    Pelet plastik (nurdles), yaitu bahan baku utama dalam industri plastik sebelum dibentuk menjadi produk jadi.

3)    Produk pembersih industri yang menggunakan partikel abrasif mikro untuk menggosok permukaan logam.

Jenis ini mengalir ke sungai dan laut melalui saluran pembuangan rumah tangga atau industri karena tidak tersaring sepenuhnya oleh instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Paling banyak ditemukan di perairan perkotaan dan sedimen sungai.

2.    Secondary Microplastics

Secondary microplastics adalah partikel kecil plastik yang terbentuk secara tidak sengaja akibat degradasi plastik berukuran besar di lingkungan. Proses pembentukannya terjadi melalui beberapa mekanisme, seperti berikut.

1)    Fotodegradasi, yaitu pemecahan plastik akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dalam jangka waktu lama.

2)    Abrasi mekanis, yakni gesekan terus-menerus dari ombak dan arus laut yang menyebabkan plastik retak dan pecah menjadi serpihan kecil.

3)    Degradasi kimia dan biologis, yaitu interaksi plastik dengan bahan kimia laut atau aktivitas mikroorganisme yang mempercepat proses peluruhan struktur plastik.

Contoh Sumber Plastik yang Terfragmentasi:

1)    Botol minuman plastik (PET).

2)    Kantong belanja plastic.

3)    Jaring ikan dan tali tambang dari nilon atau polietilen.

4)    Sedotan, kemasan makanan, styrofoam, dan bungkus sabun

Halaman Selanjutnya
img_title