Lelah Bukan Berarti Lemah, Belajar Jujur pada Diri Sendiri Tanpa Takut Dianggap Malas

Saat Tubuh Bilang “Cukup”, Kenapa Kita Malah Takut Mengaku Lelah?
Sumber :
  • https://rri.co.id/tanjungpinang/berita-lain/2440875/prokrastinasi-kebiasaan-menunda-yang-sering-dianggap-sepele

Lifestyle, VIVA Bali –Di tengah rutinitas yang semakin padat, merasa lelah sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, banyak orang justru merasa tidak enak ketika ingin mengaku sedang kehabisan energi, menolak ajakan, atau sekadar meminta waktu untuk beristirahat. rri.co.id mencatat bahwa tekanan aktivitas sehari-hari dapat membuat seseorang mengalami kelelahan fisik maupun mental, sementara rasa bersalah sering muncul karena adanya dorongan untuk selalu terlihat kuat dan produktif. Padahal, mengakui bahwa diri sedang lelah bukan berarti seseorang lemah atau tidak mampu menjalankan tanggung jawab.

img_title Ube Makin Viral, dari Matcha Ube hingga Smoothies, Kenapa Dessert Ungu Ini Begitu Menggoda?

Perasaan tersebut semakin mudah muncul ketika seseorang terbiasa menempatkan produktivitas sebagai ukuran keberhasilan. Ada anggapan bahwa selama masih bisa bekerja, kuliah, membantu orang lain, atau menyelesaikan berbagai urusan, maka tidak ada alasan untuk berhenti. Padahal, tubuh dan pikiran juga memiliki batas. Terus memaksakan diri ketika energi sudah menipis justru dapat membuat seseorang kehilangan fokus, lebih mudah tersinggung, hingga mengalami kelelahan yang berkepanjangan.

Salah satu cara sederhana untuk mengungkapkan rasa lelah adalah berkomunikasi secara jujur tanpa harus memberikan penjelasan berlebihan. Misalnya, ketika mendapat ajakan bertemu saat sedang membutuhkan waktu sendiri, cukup mengatakan, “Aku lagi cukup capek hari ini, mungkin kita ketemu lain waktu, ya.” Kalimat sederhana seperti ini menunjukkan bahwa menolak bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan sedang berusaha memahami kondisi diri sendiri.

img_title Belanja Tanpa Promo? Big No! Gen Z Makin Pintar Cari Harga Termurah

Hal yang sama juga berlaku dalam pekerjaan, perkuliahan, maupun lingkungan pertemanan. Jika tanggung jawab mulai terasa terlalu banyak, seseorang dapat menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan jeda atau bantuan. Menetapkan batasan bukan berarti melarikan diri dari tanggung jawab. Justru, batasan dapat membantu seseorang mengetahui mana yang masih sanggup dilakukan dan mana yang perlu ditunda. rri.co.id juga menekankan bahwa mengenali batas kemampuan diri serta menyampaikannya dengan baik merupakan bagian penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Rasa bersalah setelah mengatakan “tidak” juga tidak selalu berarti keputusan tersebut salah. Perasaan itu bisa muncul karena seseorang belum terbiasa menempatkan kebutuhannya sendiri sebagai sesuatu yang penting. Terlebih bagi mereka yang terbiasa menjadi people pleaser, mengatakan tidak dapat terasa seperti tindakan egois. Padahal, RRI.co.id mencatat bahwa seseorang tetap bisa menjadi pribadi yang baik sekaligus mampu mengatakan tidak ketika sedang lelah atau memang tidak mampu membantu.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title “Karena nggak Punya? Jadi saya ganti Kimpul!” Berkat Ibu Kimpul, Umbi Lokal Ini Makin Naik Daun