“Karena nggak Punya? Jadi saya ganti Kimpul!” Berkat Ibu Kimpul, Umbi Lokal Ini Makin Naik Daun
- https://rri.co.id/cirebon/kesehatan/2633302/kimpul-jadi-tren-di-medsos-benarkah-lebih-sehat-daripada-nasi
Lifestyle, VIVA Bali –Nama kimpul belakangan ikut meramaikan media sosial setelah berbagai kreasi makanan berbahan umbi lokal ini bermunculan. Dari yang awalnya dikenal sebagai pangan tradisional, kimpul kini diolah menjadi menu kekinian dan bahkan disebut-sebut bisa menggantikan nasi. Tren tersebut menarik perhatian karena di tengah kebiasaan masyarakat Indonesia yang lekat dengan nasi, kimpul menawarkan pilihan sumber karbohidrat yang berbeda sekaligus mengangkat kembali pangan lokal.
Rri.co.id menyebut kimpul atau talas Belitung merupakan sumber karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah, rendah lemak, serta mengandung serat pangan dan pati resisten. Kandungan tersebut membuat kimpul berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber energi sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, kimpul tidak berarti harus sepenuhnya menggantikan nasi karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda dan pola makan tetap perlu dibuat beragam serta seimbang.
Umbi kimpul belakangan mencuri perhatian di media sosial setelah kreator konten asal Bantul, Ibu Tin atau yang populer dengan sebutan Ibu Kimpul melalui akun TikTok @black.sheep8208, membagikan berbagai kreasi kuliner berbahan dasar kimpul. Ia menghadirkan cara unik dengan menjadikan kimpul sebagai alternatif dari bahan makanan yang biasanya digunakan dalam sejumlah hidangan.
Dalam berbagai unggahannya, Ibu Kimpul menunjukkan kreativitas dengan mengolah kimpul sebagai pengganti bahan utama pada makanan yang sudah familiar bagi masyarakat. Ungkapan khasnya, “karena saya tidak punya, jadi saya ganti kimpul,” pun menjadi identitas tersendiri yang membuat kontennya mudah dikenali sekaligus membantu memperkenalkan kimpul kepada lebih banyak orang.
Menariknya, popularitas kimpul justru melejit lewat kreativitas di media sosial. Umbi yang selama ini mungkin terasa “jadul” diubah menjadi berbagai hidangan seperti mashed kimpul, risoto, dumpling, hingga olahan yang menyerupai makanan populer lainnya. Cara tersebut membuat kimpul terasa lebih dekat dengan generasi muda sekaligus membuka kembali pembicaraan tentang kekayaan pangan lokal Indonesia.
Dari sisi nutrisi, kimpul juga memiliki kandungan yang cukup menarik. rri.co.id mencatat, dalam 100 gram umbi kimpul terdapat sekitar 136 kilokalori, 28,9 gram karbohidrat, 3,3 gram protein, dan 2 gram serat pangan. Kimpul juga mengandung sejumlah mineral seperti kalsium, zat besi, dan zinc. Kandungan serat dan karbohidratnya membuat umbi ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkaya variasi sumber pangan sehari-hari.