Langsung Ara! $JECX dan $JELI Resmi Berlayar di Bursa Saham
- https://www.idxchannel.com/market-news/kilas-balik-merger-bej-dan-bes-bagian-dari-sejarah-berdirinya-bei/all
Bursa Saham, VIVA Bali –PT Nitrasanata Dharma Tbk. dengan kode emiten $JECX dan PT Niramas Utama Tbk. dengan kode emiten $JELI resmi dipasarkan di pasar modal hari ini (7/7). Melantainya kedua perusahaan ini menandai kembalinya rentetan panjang marathon e-IPO yang sudah lama tidak terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di lansir dari bali.viva.co.id, dalam gelombang pekan ini, total ada enam emiten yang ditawarkan kepada masyarakat secara beruntun, yaitu PT Niramas Utama Tbk ($JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk ($PRDL), PT Rans Entertainment Indonesia Tbk ($RANS), PT Nitrasanata Dharma Tbk ($JECX), PT Bach Multi Global Tbk ($BACH), dan PT Esa Medika Mandiri Tbk ($EMMI).
Dilansir dari data pasar, timeline pencatatan keenam emiten ini diawali oleh saham $JELI dan $JECX pada hari Selasa. Rangkaian ini kemudian disusul oleh kluster sektor kesehatan, yakni $PRDL, $EMMI, dan $BACH pada hari Rabu, dan akan digenapi oleh melantainya saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk ($RANS) yang dijadwalkan pada hari Jumat.
Pada perdagangan perdana mereka, emiten $JECX dan $JELI langsung resmi menjadi komoditas yang diperdagangkan di pasar reguler maupun negosiasi. Akan tetapi, ketersediaan saham kedua emiten ini terbilang sangat langka di pasar sekunder akibat ketatnya sistem penjatahan pada masa penawaran umum.
Kelangkaan pasokan saham yang tidak sebanding dengan besarnya permintaan ini langsung menjadikan harga kedua emiten ke titik batas Auto-Reject Atas (ARA) sejak menit pertama perdagangan dibuka.
Sebagai konteks lebih lanjut, Auto Rejection adalah mekanisme batasan minimum dan maksimum kenaikan serta penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan di bursa efek. Ketentuan ini ditetapkan oleh BEI untuk memastikan perdagangan saham berjalan dalam kondisi wajar.
Mekanisme auto rejection berfungsi membantu investor ketika harga saham tengah mengalami fluktuasi yang tidak normal, di mana secara otomatis sistem bursa akan menolak permintaan jual atau beli yang melampaui batas tersebut. Pembatasan ini sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB).