Apakah Literasi di Era Digital Masih Perlukah Buku Cetak?

Jaga budaya literasi dan nikmati dunia baca yang saling melengkapi
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-ai-image/made-clear-concrete-library-features-lightcolored-log-bookshelves-stepped-seating_71744818.htm

Paparan layar elektronik dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata, iritasi, bahkan gangguan tidur akibat cahaya biru yang dipancarkan. Buku cetak tidak memiliki efek samping ini karena mata membaca permukaan fisik yang tidak memancarkan cahaya. Membaca buku cetak memungkinkan mata beristirahat dari paparan layar digital dan menjaga kenyamanan visual pembaca dalam waktu yang lama, sehingga mengurangi risiko masalah mata seperti mata lelah atau sakit kepala.

Kebersamaan di Polda NTB, Ratusan Personel dan Ojol Shalat Ghaib untuk Kurniawan Arfan

4. Nilai Koleksi dan Sentimental

Buku cetak juga memiliki nilai estetika dan sentimental yang tidak bisa diabaikan. Rak buku yang penuh dengan koleksi fisik memberikan kesan personal dan menunjukkan identitas serta minat seseorang. Buku fisik seringkali menjadi bagian dari kenangan masa lalu, hadiah dari orang terkasih, atau simbol perjalanan intelektual pembaca. Hal ini menjadikan buku cetak lebih dari sekadar media informasi; mereka juga menyimpan nilai emosional yang melekat erat pada pemiliknya. Selain itu, buku fisik juga bisa dipinjamkan, diwariskan, atau dijadikan hiasan yang memperkaya suasana rumah atau ruang baca.

Jagat Maya Geger! Ajakan Demo di Bandara Muncul Usai Sahroni Kabur ke Singapura

Tips Membaca Buku

- Cari tempat yang tenang dan nyaman

Meski Gedung DPRD Habis Terbakar, Massa Tetap Bertahan Memaksa Masuk Gedung DPRD Provinsi NTB

- Gunakan pencahayaan yang lembut dan cukup terang

- Duduk dengan posisi yang nyaman

Halaman Selanjutnya
img_title