Ada 11 Hari Suci Umat Hindu Selama Januari 2026, Simak Jadwalnya
- Ditjen Bimas Hindu
Denpasar, VIVA Bali –Memasuki Januari 2026, umat Hindu Bali disambut 11 hari suci penting, dari Tumpek Krulut hingga Buda Kliwon Matal. Simak jadwal lengkap dan makna spiritual tiap perayaannya!
Bali membuka lembaran tahun 2026 dengan rangkaian hari raya umat Hindu yang padat dan sarat makna.
Berdasarkan Kalender Bali yang bisa diakses online, kalenderbali.org, sepanjang Januari, umat Hindu akan menjalani 11 hari suci yang menjadi panduan spiritual sekaligus momen adat yang penting.
Setiap tanggal tidak hanya menandai waktu, tapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga harmoni dengan alam dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Hari raya pertama dimulai pada 3 Januari dengan Tumpek Krulut, hari yang dipersembahkan untuk seni, suara, dan keindahan.
Tradisi ini mengingatkan umat Hindu agar memperhalus rasa, budi pekerti, dan menyeimbangkan energi batin.
Menariknya, pada hari yang sama, jatuh pula Purnama, yang semakin menambah kesakralan awal tahun.
Tumpek Krulut bukan sekadar ritual simbolik, tapi juga momentum introspeksi diri dan meresapi nilai estetika dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki pekan kedua Januari, 7 Januari menjadi hari Buda Wage Merakih, sementara 9 Januari umat Hindu merayakan Hari Bhatara Sri, yang diyakini membawa berkah dan kesejahteraan.
Kedua hari ini menegaskan hubungan spiritual manusia dengan kekuatan alam dan para dewa, sekaligus menguatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan kultural.
Pertengahan bulan menghadirkan momen unik pada 13 Januari, ketika Anggar Kasih Tambir dan Kajeng Kliwon Uwudan jatuh bersamaan.
Hari ini menjadi simbol harmoni, tidak hanya antara manusia dengan alam, tapi juga antara generasi yang satu dengan yang lain.
Ritual dan doa yang dijalankan diyakini membersihkan energi negatif dan memperkuat ikatan komunitas.
Bergerak ke pekan ketiga, umat Hindu akan menandai Hari Siwa Ratri pada 17 Januari dan Tilem pada 18 Januari.
Keduanya fokus pada penyucian diri, meditasi, dan menyeimbangkan energi spiritual agar pikiran dan hati tetap jernih.
Lalu, pada 20 Januari, Anggara Paing Medangkungan hadir sebagai pengingat untuk terus bersyukur atas kehidupan dan menjaga keseimbangan antara aktivitas duniawi dan spiritual.