Budaya Bersyukur dalam Festival Mappadendang Buae

Tradisi Mappadendang Buae pada September 2025
Sumber :
  • https://rri.co.id/makassar/daerah/1829125/tradisi-mappadendang-buae-warga-sidrap-syukuri-hasil-panen

Budaya, VIVA BaliBudaya melaksanakan upacara syukur berisi sukacita dari siapa saja yang hadir. Upacara adat berisi syukur dan harapan agar selalu lestari. Desa Buae Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya melaksanakan Mappadendang tatkala musim panen tiba dengan mencurahkan rasa syukur dan evaluasi kondisi pertanian di Desa Buae, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, dan sekitarnya pada pagi hari. Borahim (2025) menceritakan suasana meriah menyelimuti Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, saat warga menggelar tradisi Mappadendang pada september tahun 2025. Borahim (2025) mengutarakan Tradisi khas masyarakat Bugis ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus menjadi ajang refleksi kondisi pertanian masyarakat Desa Buae dan sekitarnya. Borahim (2025) menceritakan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Borahim (2025) mengatakan kehadiran beliau semakin menambah semangat warga yang antusias mengikuti rangkaian acara penuh kearifan lokal di Desa Buae dan sekitarnya tahun 2025 yang dilaksanakan dengan menyesuaikan Waktu Indonesia Tengah.

img_title Mengenal Tradisi Perang Pandan Di Bali, Ritual Sakral Penuh Luka Tanpa Dendam

Semangat Menggelar Rutin Festival Mappadendang

Agenda budaya luhur ini disuntik dengan semangat pelestarian adat istiadat Bugis pada Tradisi Mappadendang yang sarat makna. Makna Tradisi Mappadendang jelas pada tujuan spiritual dan semangat kebersamaan antar warga di Desa Baue dan sekitarnya sebagai tempat pelaksanaan Tradisi Mappadendang yang menyesuaikan zona Waktu Indonesia Tengah. Semangat pelestarian Tradisi Mappadendang dilaksanakan oleh Bupati Kabupaten Sidrap Syaharuddin Alrif tahun 2025. Borahim (2025) mengatakan selama menyampaikan sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memberi semangat bahwa Mappadendang bukan sekadar acara adat, melainkan identitas budaya yang harus dijaga. “Tradisi ini menjadi bukti kebersamaan sekaligus rasa syukur masyarakat. Mari kita lestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” ucap beliau kepada para hadirin (dalam Borahim 2025). Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif (kepada Borahim, 2025) menyimpulkan juga mengenai budaya dan pelestarian Tradisi Adat Bugis Mappadendang yang fungsional, “Selain bersyukur atas panen, acara ini menumbuhkan solidaritas antarwarga,”.

img_title Sistem Adat Negeri Haruku dalam Tradisi Sasi Lompa