Jagung Mahal Bikin Peternak Marah, Kementan Klaim Siapkan SPHP

Demonstrasi peternak karena harga jagung melonjak
Sumber :
  • https://www.antarafoto.com/id/view/2607577/aksi-damai-peternak-ayam

Jakarta, VIVA BaliHarga jagung pakan melonjak bikin peternak marah dan demo di sejumlah kota, namun Kementerian Pertanian menenangkan karena cadangan SPHP jagung sedang disiapkan untuk stabilisasi harga. 

Kenaikan harga jagung untuk pakan ternak dalam sebulan terakhir memicu kekhawatiran peternak unggas rakyat. 

Harga yang terus meroket di sejumlah sentra produksi berpotensi membebani biaya produksi, bahkan membuat beberapa peternak geram. 

Menyikapi hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat, berkoordinasi lintas kementerian/lembaga bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Melansir dari rilis yang diterima bali.viva.co.id, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda tengah mempersiapkan Stabilisasi Harga Pangan Pemerintah (SPHP) jagung. 

Bersama Bapanas, Agung menyebutkan penyaluran cadangan jagung pemerintah melalui program SPHP Jagung tengah diproses dan segera dibawa ke rapat koordinasi terbatas untuk keputusan final.

“Saya minta teman-teman peternak untuk bersabar. Semua keluhan sudah ditindaklanjuti dan direspons. Tidak ada yang instan, semua melalui proses sesuai aturan. Mari kita kawal bersama agar kondisi tetap kondusif,” kata Agung. Rabu 27 Agustus 2025.

Tak hanya itu, sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga pertemuan antara kelompok tani dan pemasok jagung.

“Kami mengambil langkah-langkah ini untuk memastikan pasokan jagung dan pakan tetap stabil. Tujuannya jelas, agar peternak tidak terbebani biaya tinggi dan masyarakat tetap bisa mengakses pangan asal unggas dengan harga terjangkau,” ujar Agung.

Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah, asosiasi, hingga pelaku usaha. 

“Sepanjang kita semua kompak dan berkomitmen, tentu kita bisa menyelesaikan masalah ini. Swasembada pangan menjadi perhatian Presiden dan Menteri Pertanian, tentu harus didukung bersama,” tegas Agung. 

Di sisi hulu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan bahwa secara nasional ketersediaan jagung cukup aman. 

Jika dilihat dari data Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung BPS, total luas panen jagung Januari–September 2025 mencapai 2,11 juta hektar dengan produksi jagung pipilan kering (JPK) 14 persen kadar air sekitar 12,13 juta ton. 

Potensi panen Juli–September diperkirakan 0,61 juta hektar dengan produksi JPK KA 14 persen sekitar 3,60 juta ton.

Yudi menambahkan, neraca jagung nasional 2025 bahkan menunjukkan surplus.

“Berdasarkan proyeksi neraca jagung nasional tahun 2024, total ketersediaan jagung tahun 2025 mencapai 19,55 juta ton, sementara kebutuhan hanya 14,95 juta ton. Artinya, kita berpotensi surplus sekitar 4,6 juta ton,” jelas Yudi. 

Kementan menegaskan bahwa kesejahteraan peternak dan akses masyarakat terhadap protein hewani tetap jadi prioritas, sejalan dengan visi ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan koordinasi lintas kementerian, pemetaan pasokan jagung, dan pengawasan distribusi, pemerintah berupaya memastikan harga jagung tetap terkendali, sekaligus menjaga rantai produksi pakan ternak agar tidak terganggu.