Seni Pahat Batu dan Tarian Sakral di Desa Batubulan
- https://baliblisstours.com/batu-bulan-village/
Wisata, VIVA Bali –Desa Batubulan yang secara administratif terletak di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, telah lama mengukir namanya sebagai salah satu pusat kebudayaan dan seni terkemuka di Pulau Dewata. Posisinya yang strategis, berbatasan langsung dengan Kota Denpasar, menjadikannya wilayah dengan dinamika ruang yang sangat tinggi. Desa ini dikenal sebagai pusat kerajinan khas, terutama seni pahat batu, sekaligus panggung utama bagi pertunjukan tari tradisional Bali yang sakral.
Asal-usul Nama yang Bercahaya
Asal-usul nama Batubulan tidak lepas dari kisah sejarah kerajaan yang kaya mitologi. Nama tersebut konon bermula pada abad ke-17 dari Pangeran Agung Kalesan, putra angkat Raja Badung. Ketika dia diutus untuk membangun istana di tengah hutan belantara di wilayah timur Kerajaan Badung, dia bersama para pengikutnya menemukan sebongkah batu yang memancarkan cahaya terang benderang, layaknya sinar bulan. Karena fenomena inilah, Pangeran Agung Kalesan menamai wilayah tersebut "Batubulan" (Batu Bulan). Batu yang menjadi cikal bakal nama desa ini kini dipercaya tersimpan di Merajan Agung Batubulan.
Secara tata ruang, Batubulan di masa lampau memiliki pola pemukiman yang memusat pada catuspatha atau perempatan agung, berdekatan dengan Puri Batubulan. Konsep tata ruang tradisional ini masih bisa dilihat melalui letak Lapangan Umum Chandra Muka dan Balai Budaya yang berdampingan dengan Puri Agung Batubulan. Struktur desa juga dibagi menjadi tiga desa adat utama, yakni Tegaltamu, Jero Kuta, dan Dlod Tukad yang mengatur kehidupan sosial, keagamaan, dan pertanian masyarakatnya.
Pusat Seni Pahat Batu Padas Mendunia
Identitas utama Batubulan sebagai desa wisata dan budaya sangat erat kaitannya dengan keahlian masyarakatnya dalam seni pahat dan ukir. Desa ini secara turun-temurun menjadi sentra kerajinan patung batu padas yang popularitasnya telah merambah pasar internasional. Di sepanjang jalan utama Desa Batubulan menuju Pasar Seni Sukawati, wisatawan akan disuguhi deretan panjang galeri dan art shop yang memamerkan ribuan karya seni pahat. Para seniman Batubulan menggunakan berbagai jenis batu, seperti batu pasir berwarna abu-abu, batu pualam yang putih, dan batu lava yang hitam.