Pulau Rubiah Sabang, Hidden Gem Snorkeling di Aceh
- https://cdn.bithe.co/files/images/20250603-img-20250603-wa0022.jpg
Wisata, VIVA Bali – Di ujung Barat Indonesia, tepatnya di wilayah Kota Sabang, Aceh, tersebar sebuah pulau mungil namun punya pesona laut luar biasa: Pulau Rubiah. Pulau ini kerap jadi tujuan favorit para penyelam dan penggemar snorkeling karena kejernihan air dan kekayaan biota lautnya, sebuah “surga bawah laut” yang patut banget masuk daftar perjalanan kamu.
Pulau Rubiah terletak di sebelah barat-laut Pulau Weh, bagian dari wilayah administrasi Sabang, Aceh. Luasnya sekitar 35,79 hektar, menjadikannya pulau kecil namun sangat kaya potensi bahari. Pulau ini juga dikenal sebagai taman laut dengan area bawah laut mencapai sekitar 2.600 hektar, menjadikannya kawasan penting bagi ekosistem laut wilayah Sabang.
Salah satu daya tarik utama Pulau Rubiah adalah terumbu karang yang masih sehat dan ikan tropis berwarna-warni yang hidup di sekitarnya.
Air lautnya sangat jernih sehingga sinar matahari bisa menembus jauh, memungkinkan pengunjung menyaksikan keindahan bawah laut tanpa harus menyelam terlalu dalam.
Akses ke Pulau Rubiah pun relatif cepat: dari dermaga Iboih atau pantai di Weh, kamu bisa naik perahu sekitar 5–10 menit untuk mencapai pulau ini.
Pulau Rubiah bukan sekadar pulau wisata tapi ia juga menyimpan nilai sejarah. Di masa kolonial, ada bangunan karantina haji di pulau ini, karena dulunya pulau ini menjadi tempat karantina jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Beberapa sisa bangunan tua masih bisa ditemukan di lokasi. Nama “Rubiah” sendiri dikaitkan dengan tokoh sejarah lokal seorang pemuka agama bernama Ummi Sarah Rubiah.
Fasilitas & Tips Berkunjung
- Di pulau ini sudah tersedia fasilitas dasar seperti penyewaan alat snorkeling, perahu kecil, jalan setapak, dan pos penjagaan laut
- Waktu terbaik mengunjungi Pulau Rubiah adalah pagi hari, saat air laut masih tenang dan sinar matahari memberikan pencahayaan optimal di bawah laut.
- Bawa alat snorkeling sendiri jika memungkinkan, meskipun ada penyewaan lokal, alat pribadi sering lebih nyaman.
- Hormati alam di sana: jangan menyentuh atau merusak terumbu karang, dan pastikan kamu membawa pulang sampahmu sendiri.