Mengintip Desa Adat Penglipuran, Wisata Budaya Yang Hits di Bali
- https://unsplash.com/photos/a-long-narrow-path-between-two-buildings-in-a-village-pziaKacFYkw?
Wisata, VIVA Bali –Ada sebuah desa di Bali yang terkenal karena tata letaknya yang rapi, bersih, dan asri. Desa Penglipuran terletak di Jl. Penglipuran, Kec. Bangli, Kab. Bangli, Bali. Desa ini bahkan mendapat penghargaan “Desa Wisata Terbaik Tahun 2023”. Terletak di kaki Gunung Batur, desa ini berada di jalur wisata populer Kintamani.
Adat istiadat masyarakat desa penglipuran masih sangat dijaga dan dilestarikan. Beberapa nilai budaya yang masih dijalankan antara lain penentuan tempat suci, hubungan manusia dan lingkungan yang menekankan cinta terhadap alam, Tata ruang desa, Adat perkawinan, hingga upacara kematian. Tak heran jika desa ini menjadi salah satu desa wisata potensial di bidang pariwisata.
Tiket dan Jam Buka Desa Penglipuran
Untuk menikmati suasana desa yang sejuk dan alami ini, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp 25.000 per orang untuk dewasa dan Rp 15.000 per orang untuk anak-anak. Adapun jam operasional desa penglipuran yaitu hari Rabu, Kamis dan Jumat pukul 06.30–18.30 WITA, Lalu Sabtu hingga Selasa pukul 08.00–18.30 WITA
Hal Menarik dari Desa Penglipuran
Desa adat penglipuran kini menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang hits, baik di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Arsitektur rumah-rumah di desa ini masih menggunakan bahan tradisional seperti bambu, tanah liat, dan batu alam, menciptakan suasana autentik dan alami.
Masyarakat desa juga memanfaatkan potensi wisatanya dengan menyediakan jasa sewa pakaian adat Bali bagi wisatawan. Hampir setiap rumah menyediakan pakaian adat yang bisa digunakan untuk berfoto, baik di depan rumah tradisional maupun di sepanjang jalan desa. Harga untuk sewa pakaian adat berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000
Tak hanya wisatawan lokal, banyak turis asing hingga selebgram yang tertarik berkunjung untuk berfoto dan membuat konten media sosial. Pemandangan desa yang asri dan alami sangat cocok untuk kebutuhan fotografi dan konten digital.
Selain itu, tersedia berbagai cendera mata khas Bali dan jajanan tradisional seperti jaje laklak dan tipat (ketupat) yang bisa dinikmati wisatawan. Saat berkunjung, penting untuk mengenakanan pakaian yang sopan dan menjaga perilaku demi menghormati budaya setempat.