Menjelajahi Hutan Mangrove Bali, Pesona Wisata Alam yang Menenangkan

Cano Seru di Ekowisata Mangrove
Sumber :
  • https://www.vecteezy.com/photo/67610288-kayaking-through-the-mangrove-tunnels

Wisata, VIVA Bali Bali tidak hanya tentang pantai. Jika anda sedang mencari destinasi wisata lain di Bali, Taman Hutan Raya Ngurah Rai atau yang lebih dikenal Mangrove Information Center (MIC) mungkin dapat menjadi pilihan. Berlokasi di kawasan Suwung Kauh, tepatnya di Jalan By Pass Ngurah Rai, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, luas hutan mangrove ini mencapai mencapai 1.373 hektare dengan panjang 1,5 kilometer. Selain berfungsi untuk mereduksi gelombang lautan dan mencegah abrasi pantai, hutan mangrove ini juga berfungsi sebagai laboratorium alam untuk penelitian dan lahan konservasi bagi berbagai jenis mangrove.

Jelajahi 8 Surga Tersembunyi Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi

Wisata hutan mangrove Bali buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal cukup terjangkau, yaitu Rp10.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Sementara itu, tiket masuk wisatawan mancanegara dikenakan Rp200.000 untuk dewasa dan Rp50.000 untuk anak-anak. Untuk menyusuri hutan mangrove, tersedia jembatan kayu sepanjang 3 km yang membentang melintasi hutan bakau. Jalur trekking ini memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan alami tanpa mengganggu ekosistem mangrove yang sensitif.

Selain berjalan kaki di jalur trekking, pengunjung juga bisa menjelajahi hutan bakau dengan menyewa perahu atau kano milik nelayan setempat. Tarifnya sekitar Rp25.000 per perahu untuk dua orang, dengan durasi perjalanan 25–30 menit. Menariknya, rute perahu akan melewati area hutan mangrove hingga melintas di bawah Tol Bali Mandara.

Gatep Lawas Ambengan, Serunya Menyusuri Sungai di Bali Utara

Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhkan pemandangan hijau yang menyejukkan, hembusan angin sepoi-sepoi, serta kicauan burung yang menambah ketenangan suasana. Dikutip dari laman https://denpasartourism.com/, di hutan mangrove ini setidaknya ada 16 jenis vegetasi bakau yang didominasi Rhizophora, Bruguiera, dan Xylocarpus. Keberadaannya memberi naungan terhadap satwa air dan darat di sekitarnya. Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya Ngurah Rai mencatat sekitar 61 jenis burung, empat reptil, 30 jenis Crustacease, dan delapan jenis ikan hidup di dalamnya.

Tidak hanya sebagai destinasi wisata, hutan mangrove Bali ini juga sering menjadi lokasi pemotretan, prewedding, bahkan tempat shooting berkat keindahan alamnya yang mempesona.

Tak Perlu Keluar Uang, 5 Destinasi Wisata Gratis di Jakarta Ini Cocok untuk Liburan Keluarga

Jika Anda berencana mengunjungi wisata hutan mangrove Bali, waktu terbaik adalah di pagi hari. Selain udara yang lebih segar dan suasana yang masih tenang, jumlah pengunjung juga belum terlalu ramai. Pagi hari juga menjadi momen ideal untuk menikmati pemandangan hijau sekaligus mendapatkan pencahayaan terbaik bagi Anda yang suka berfoto.

Halaman Selanjutnya
img_title