Tips Melindungi Kulit dari Sinar UV Saat di Pantai
- https://www.google.com/imgres?q=Kulit%20dari%20Sinar%20UV%20Selama%20Seharian%20Beraktivitas%20di%20Bawah%20Terik%
Wisata, VIVA Bali –Berlibur ke pantai menjadi pilihan banyak orang untuk melepas penat. Hamparan pasir, debur ombak, dan pemandangan matahari terbenam menawarkan pengalaman menyenangkan. Namun, aktivitas di bawah terik matahari juga meningkatkan paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat merusak kulit.
Bahwa paparan UV berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, mempercepat penuaan kulit, merusak mata, serta meningkatkan risiko kanker kulit. Perlindungan perlu dilakukan ketika indeks UV mencapai angka 3 atau lebih.
Karena itu, wisatawan perlu menyiapkan perlindungan sebelum berangkat. Langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko kerusakan kulit tanpa mengurangi keseruan liburan.
1. Gunakan Sunscreen dengan SPF Minimal 30
Tabir surya atau sunscreen menjadi perlengkapan penting saat berwisata ke pantai. Pilih produk dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas atau broad spectrum, yang membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.
Oleskan secara merata pada bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian, termasuk wajah, telinga, leher, punggung tangan, dan kaki. Pemakaian sekitar 20–30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Jangan berhenti pada satu kali pemakaian. Oleskan kembali setiap dua jam, terutama setelah berenang, berkeringat, atau mengeringkan tubuh dengan handuk. Tabir surya tahan air pun tetap perlu digunakan ulang sesuai petunjuk pada kemasan.
2. Kenakan Pakaian dan Aksesori Pelindung
Sunscreen bukan satu-satunya cara untuk melindungi kulit. Gunakan pakaian berlengan panjang berbahan rapat, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam dengan perlindungan UV 99–100 persen.
Saat bermain pasir atau berjalan menyusuri pantai, gunakan alas kaki untuk melindungi telapak kaki dari pasir panas. Bawalah payung pantai atau manfaatkan tempat berteduh ketika matahari terasa menyengat.
Berteduh tidak sepenuhnya menghilangkan paparan UV. Pasir dan permukaan air dapat memantulkan radiasi, sehingga perlindungan tambahan tetap dibutuhkan.
3. Atur Waktu Aktivitas di Bawah Matahari
Waktu kunjungan berpengaruh terhadap kenyamanan dan risiko paparan UV. Pagi hari dan sore menjelang matahari terbenam umumnya lebih nyaman untuk berjalan, mengambil foto, atau menikmati pemandangan.
Sebaliknya, kurangi aktivitas langsung di bawah matahari sekitar tengah hari. Bahwa sinar UV cenderung paling kuat dalam rentang dua jam sebelum hingga dua jam setelah tengah hari matahari.