Debu Pekat Limbah Batu Bara Teror Pengguna Jalan Desa Wonorejo
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Situbondo, VIVA Bali –Polemik terkait pembuangan material limbah batu bara di areal pemakaman umum Desa Wonorejo terus bergulir. Tindakan pelaku pembuangan material limbah batu bara yang menutup barang bukti dengan tanah urug justru menimbulkan masalah baru.
Bagi anda yang menggunakan akses jalan di sekitar pemakaman umum Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur sebaiknya menggunakan masker yang cukup tebal.
Deburan debu di lokasi ini sangat pekat, terutama saat ada kendaraan melintas atau hembusan angin yang cukup kencang.
Pekatnya deburan debu tersebut akibat tidak menyatunya material tanah urug dengan material limbah batu bara yang ada dibawahnya.
Keberadaan tanah urug di lokasi tersebut diduga untuk menimbun tumpukan material limbah batu bara yang sengaja dibuang di lokasi ini.
Tumpukan tanah urug dianggap mampu mengaburkan keberadaan material limbah batu bara agar tidak diketahui publik yang digunakan sebagai penimbun akses jalan yang rusak.
Debu pekat depan Pemakanan umum Desa Wonorejo
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
“Saya terpaksa menutup muka dan menahan nafas sejenak saat deburan debu membumbung ke udara. Saya pernah terhisap debu itu, tenggorakan langsung terasa kering, sakit dan batuk – batuk,” ujar seorang warga Wonorejo, Hasan.
Lokasi dugaan pembuangan material limbah batu bara tersebut diduga berada di akses jalan depan pemakanan serta tepian saluran irigasi yang lokasinya tidak jauh dari lokasi makam.
“Seingat saya, pernah ada alat berat yang meratakan buangan (material limbah batu bara) itu setelah dituang dari dumptruk besar. Itu lho, dumptruk yang biasanya ada diareal pertambangan bukan dumptruk kecil yang biasa lewat di sini,” tutur warga Wonorejo lainnya, Halimah.
Kepala Desa (Kades) Wonorejo Sumarto Adi membenarkan bahwa di areal pemakaman umum di desa tersebut menjadi lokasi pembuangan material limbah batu bara.
“Iya material limbah batu bara, kalau kata Mus (terduga warga yang mengajukan izin pada Kades terkait pembuangan limbah material batu bara) limbah batu bara tersebut berasal dari Bali tapi lokasi tepatnya saya tidak tahu,” kata Kades Wonorejo, Sumarto Adi.