Nasib Rakyat Kecil Harus Jadi Korban KDMP Sumberejo, 1 Keluarga Terancam Digusur

Lucky Trianto didepan tempat tinggalnya
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Situbondo, VIVA Bali –Seorang warga mengaku akan mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 40.000.000 saat tahapan pembangunan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sumberejo dimulai. Kerugian ditanggung warga tersebut karena rumah tempat tinggalnya akan digusur dengan pembangunan proyek KDMP Sumberejo. 

img_title Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Situbondo Jenguk Anggota yang Sakit

Adalah Lucky Trianto yang kini hanya bisa pasrah dengan rencana pembangunan proyek KDMP Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

Warga lingkungan Glidik ini tidak bisa berbuat banyak apalagi melakukan perlawanan dalam pelaksanaan pembangunan proyek KDMP Sumberejo. 

img_title Jelang Idul Adha, Satpolairud Situbondo Perketat Pengawasan Ternak di Pelabuhan Kalbut

Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bersama seluruh anggota keluarganya, kini terancam digusur paksa. 

Pengusiran akan dilakukan karena posisi rumah Lucky Trianto dianggap mengganggu serta merusak ekstetika KDMP Sumberejo. 

img_title Menikmati Akhir Pekan Syahdu di Aliran Sungai Jernih Bendung Bajulmati

“Rumah saya tidak berada tepat di depan proyek pembangunan KDMP. Kalau saya hitung manual, lebih dari 15 meter rumah saya dengan KDMP,” ujar korban penggusuran demi proyek KDMP Sumberejo, Lucky Trianto. 

Hal inilah yang membuat Lukcy tidak habis pikir terkait dasar hukum penggusuran rumah yang berada di tepi jalur pantura Jawa – Bali tersebut. 

“Ini memang tanah milik Dinas Bina Marga. Dulu saya sempat bayar pas awal menempatinya tapi sejak 2016 sudah tidak adalagi yang melakukan pungutan ke tempat saya,” tutur Lucky Trianto saat ditemui di rumahnya. 

Lucky Trianto mengakui salah karena menempati aset tanah milik Dinas Bina Marga namun dirinya tetap merasa didholimi karena rumahnya harus digusur. 

“Jika memang rumah saya menutupi KDMP, saya iklas tapi inikan jelas tidak demikian, jaraknya masih sangat jauh. Apakah salah jika saya merasa didholimi?,” keluh Lucky Trianto pada VIVA News. 

Bukan hanya mengalami tekanan batin, Lucky Trianto juga mengalami kerugian secara finansial hingga mencapai lebih dari Rp 40.000.000 rupiah. 

“Dulu saya bangun rumah ini dengan cara mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Kalau tidak salah, saya bangun ini lebih dari 40 juta rupiah. Kalau digusur, kemana lagi harus tinggal bersama anak istri saya? Uang dari mana lagi untuk bangun rumah baru?,” isak tangis Lucky dalam wawancara khusus. 

Halaman Selanjutnya
img_title