PB Akuatik Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/12/12/medali-emas-renang-50m-gaya-punggung-putra-dan-putri-2688583.jpg.webp
Renang, VIVA Bali –Pengurus Besar Akuatik Indonesia menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah membuka skema kewarganegaraan ganda terbatas bagi diaspora Indonesia yang memiliki prestasi serta potensi untuk memperkuat prestasi olahraga nasional di tingkat internasional.
Dikutip dari antaranews.com, Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk menjangkau atlet berdarah Indonesia yang selama ini tumbuh dan menjalani pembinaan olahraga di luar negeri.
Menurut Wisnu, penerapan kebijakan tersebut tetap harus menggunakan persyaratan yang jelas. Prestasi dan kemampuan atlet menjadi faktor utama sebelum seorang diaspora dipertimbangkan untuk memperkuat Indonesia.
"Kami sangat mendukung gagasan kewarganegaraan dengan persyaratan khusus ini. Dari sisi olahraga, kami melihatnya sebagai sebuah terobosan pemerintah yang patut diapresiasi," kata Wisnu.
Ia menambahkan, atlet yang mendapatkan fasilitas tersebut harus memiliki kualitas yang mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional. Karena itu, PB Akuatik tidak menginginkan kebijakan tersebut diterapkan secara luas tanpa mempertimbangkan kemampuan atlet.
"Prestasinya tentu harus menjadi pertimbangan. Mereka harus memiliki kualitas dan potensi untuk membela Indonesia di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade," ujarnya.
Dukungan PB Akuatik tersebut tidak terlepas dari pengalaman organisasi dalam menangani atlet berdarah Indonesia yang memiliki latar belakang pembinaan di luar negeri. Dua nama yang menjadi contoh adalah Masniari Wolf dan Felix Viktor Iberle.
Masniari merupakan perenang berdarah Indonesia-Jerman. Ia mencatat prestasi penting dengan meraih medali emas nomor 50 meter gaya punggung putri pada tiga edisi SEA Games secara berturut-turut, yakni pada 2021, 2023, dan 2025.
Sementara itu, Felix Viktor Iberle mencatat sejarah sebagai perenang Indonesia pertama yang memenangkan medali emas pada Kejuaraan Dunia Renang Junior. Prestasi tersebut diraih pada nomor 50 meter gaya dada putra dalam kejuaraan tahun 2023 di Netanya, Israel. Felix kemudian kembali meraih emas pada nomor yang sama di SEA Games 2025.
Bagi PB Akuatik, keberhasilan kedua atlet tersebut menunjukkan bahwa diaspora yang mempunyai hubungan darah dengan Indonesia dapat menjadi sumber talenta untuk memperkuat tim nasional. Karena itu, pencarian atlet diaspora menjadi salah satu perhatian organisasi.