Juara di World Climbing Series Krakow, Desak Made Puncaki Peringkat Dunia Speed Climbing
- https://www.viva.co.id/foto/1911759-juara-dunia-panjat-tebing-desak-made-akhirnya-angkat-bicara-soal-pernyataannya-yang-viral
Sport, VIVA Bali –Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi resmi menempati peringkat satu dunia nomor speed putri berdasarkan daftar peringkat terbaru World Climbing (Federasi Panjat Tebing Internasional/IFSC). Pencapaian tersebut menjadi buah dari performa konsisten Desak, termasuk keberhasilannya meraih medali emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026.
Dikutip dari ANTARA, posisi puncak dunia yang diraih Desak menjadi pencapaian penting bagi panjat tebing Indonesia menjelang Asian Games 2026. Berdasarkan pembaruan peringkat World Climbing, Desak mengumpulkan 4.360 poin, unggul atas para pesaingnya dari Polandia dan Amerika Serikat.
Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengatakan capaian tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam menghadapi berbagai kejuaraan internasional berikutnya.
"Peringkat ini penting bagi atlet agar semakin percaya diri menghadapi Asian Games 2026," kata Galar Pandu Asmoro
Keberhasilan Desak tidak terlepas dari penampilan impresifnya di World Climbing Series Krakow 2026. Pada babak final nomor speed putri, atlet asal Bali itu mencatatkan waktu 6,54 detik untuk mengalahkan atlet tuan rumah Natalia Kalucka, Aleksandra Miroslaw, serta wakil Amerika Serikat Emma Hunt. Kemenangan tersebut sekaligus memperkuat posisinya dalam perolehan poin dunia.
Dilansir dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), medali emas di Krakow menjadi bukti konsistensi Desak sebagai salah satu atlet speed climbing terbaik dunia. Kemenpora menyebut catatan waktu 6,54 detik membawa Desak menjadi yang tercepat pada final yang menggunakan format empat jalur.
Sementara itu, World Climbing selaku federasi internasional panjat tebing menetapkan pembaruan peringkat dunia berdasarkan akumulasi poin dari setiap seri kompetisi resmi. Sistem Continuously Updated World Rankings (CUWR) membuat posisi atlet dapat berubah setiap kali mengikuti ajang World Climbing Series sesuai hasil yang diperoleh.
Selain Desak, Indonesia juga masih memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing di level dunia. Rajiah Salsabillah menempati peringkat ke-15 dunia, sedangkan Kadek Adi Asih berada di posisi ke-23. Hal tersebut menunjukkan kedalaman kekuatan tim speed putri Indonesia dalam persaingan internasional.