Penyebab dan Cara Atasi Tumit Kaki Pecah-Pecah
- https://www.popbela.com
Lifestyle, VIVA Bali – Tumit kaki pecah-pecah, sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini jika dibiarkan bisa menimbulkan rasa sakit, peradangan, bahkan infeksi. Banyak orang mengira ini penyebab tumit kaki pecah-pecah adalah kulit kering. Padahal ada banyak penyebab lainnya, diantaranya :
Kulit Kering karena Paparan Eksternal
Kondisi cuaca ekstrem, udara terlalu kering, hingga terlalu lama berada di ruangan ber-AC bisa menyebabkan kulit kehilangan kelembapan, termasuk kulit pada tumit kaki, yang menyebabkan tumit kaki menjadi kasar dan kaku, kemudian retak saat menerima tekanan.
Terlalu Sering Menggunakan Alas Kaki Terbuka
Terlalu sering memakai sandal atau sepatu tanpa penutup tumit kaki memang terasa ringan dan nyaman. Tetapi, menurut dermatolog dari American Academy of Dermatology, memakai alas kaki jenis ini justru memperburuk risiko tumit kaki kering dan retak. Tanpa penopang tumit kaki, bantalan lemak di bawah kulit tertekan secara berlebihan saat melangkah yang bisa menyebabkan kulit menebal, kehilangan elastisitas, kemudian retak-retak
Berat Badan Berlebih
Ketika berat badan berlebih, tekanan pada tumit kaki juga akan berlebih, yang menyebabkan bantalan lemak di bawahnya melebar. Jika kulit pada tumit kaki tidak cukup elastis untuk mengakomodasi pelebaran ini, maka munculah retakan.
Kebiasaan Berdiri Terlalu Lama
Aktivitas berdiri dalam waktu lama, apalagi di permukaan keras, memberi tekanan berlebih pada kaki, termasuk pada tumit. Hal ini membuat lapisan kulit menebal dan lama-lama pecah.
Kondisi Medis Tertentu
Menurut Wound Management and Prevention, beberapa kondisi medis menjadi faktor utama yang membuat tumit kaki mudah kering dan retak atau pecah-pecah. Untuk itu jika mengalami tumit kaki pecah-pecah terus menerus, jangan dianggap sepele.
Kondisi medis tersebut contohnya adalah diabetes. Penderita diabetes sering mengalami gangguan pada sirkulasi darah dan sistem saraf. Akibatnya, kulit kaki kering karena tidak terhidrasi dengan baik dan menjadi rentan pecah. Luka kecil bisa menjadi serius karena penyembuhannya lambat.
Kondisi medis berikutnya adalah hipotiroidisme. Kondisi medis ini dapat menurunkan produksi keringat sehingga kulit menjadi sangat kering, termasuk di area tumit. Jika tumit kaki terus-menerus pecah meski sudah dirawat, sebaiknya cek fungsi tiroid.