GP Austria ’26: Tempat Matinya Harapan Ferrari
- https://www.instagram.com/p/DaIb3beDeoA/?img_index=2&igsh=MWIxOXVmcWQ0aTRwOA%3D%3D
Sport, VIVA Bali –Mimpi Scuderia Ferrari untuk menguasai podium Grand Prix Austria 2026 tadi malam berakhir hancur lebur. Memulai balapan dari baris depan di posisi ke-2 dan ke-3, tim berlogo kuda jingkrak itu justru harus rela menonton rival-rivalnya berpesta. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlempar jauh dari persaingan tiga besar di Red Bull Ring akibat masalah ban yang parah, temperatur mobil yang kepanasan, dan perang taktis yang gagal mereka menangkan. Semua ini bermula dari hari Sabtu yang penuh dengan harapan.
Kualifikasi: Suntikan Upgrade Bawa Ferrari ke Baris Depan
Sebelum balapan utama dimulai, garasi Ferrari sebenarnya dipenuhi optimisme tinggi. Upgrade power unit (mesin) terbaru yang dibawa ke Spielberg terbukti langsung memberikan dampak instan pada kecepatan satu putaran mobil SF-26.
Pada sesi kualifikasi, Charles Leclerc tampil luar biasa baik dan hampir saja merebut posisi start terdepan. Ia dan Ferrarinya mencatatkan waktu 1 menit 06,349 detik -hanya selisih tipis dari George Russell (Mercedes) yang meraih pole position. Rekan setimnya, Lewis Hamilton, melengkapi dominasi baris depan Ferrari dengan mengunci posisi ke-3 (1 menit 06,408 detik). Hasil kualifikasi ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang besar bagi tim, seolah menegaskan bahwa kuda Ferrari siap dipacu menantang mesin Mercedes di balapan hari Minggu.
Awal Race: Agresivitas Hamilton dan Petaka Leclerc
Skenario indah itu perlahan retak begitu lampu start padam. George Russell melakukan start dengan sempurna untuk mengamankan posisi terdepan. Di belakangnya, Sir Lewis Hamilton langsung tampil menyengat. G.O.A.T asal Inggris itu melakukan manuver agresif di tikungan-tikungan awal, sukses menyalip rekan setimnya sendiri, Charles Leclerc, untuk merebut posisi ke-2.
Sayangnya bagi Leclerc, itu adalah awal dari bencana panjang. Kehilangan posisi dari Hamilton membuat ritme balapannya langsung berantakan. Masalah overheat (panas berlebih) pada rem dan mesin mulai menghantui mobilnya sejak lap-lap awal. Berharap dapat menyerang Mercedes di depan, Leclerc justru menjadi bulan-bulanan mobil di belakangnya dan langsung kehilangan posisi dari “The Wonderkid” Kimi Antonelli pada Lap 8.
Kilas Balik Masa Lalu: Duel Sengit Hamilton vs Max Verstappen
Puncak drama di barisan depan terjadi ketika Max Verstappen (Red Bull) mulai mengancam posisi ke-2 milik Hamilton. Memulai balapan dengan amarah setelah kualifikasi yang sulit, Verstappen perlahan merayap naik dan langsung menempel ketat sayap belakang mobil Hamilton.
Penonton, baik di Red Bull Ring maupun yang menonton dari layer TV dan HP, langsung disuguhi pemandangan ikonik yang membawa ingatan lama pencinta Formula 1 kembali ke masa lalu yaitu ke era rivalitas panas tahun 2021. Kedua pembalap juara dunia ini terlibat duel Wheel-to-Wheel (Roda ke Roda) yang sangat sengit di zona DRS Spielberg. Hamilton bertahan dengan sangat gigih di setiap tikungan, menutup celah sekecil apa pun dengan penempatan mobil yang cerdas.
Namun, Verstappen tetaplah Verstappen, 4 kali juara dunia yang dikenal tanpa kompromi terus menekan tanpa henti. Di bawah tekanan bertubi-tubi dan kondisi ban Hamilton yang mulai kehilangan daya cengkeram, Verstappen akhirnya melepaskan manuver yang bersih, menusuk di sisi dalam tikungan tajam untuk merebut posisi kedua. Duel panas ini menjadi momen magis tersendiri di GP Austria, membuktikan bahwa bara persaingan antara Hamilton dan Verstappen tidak pernah benar-benar padam.
Ban dan Strategi yang Hancur Lebur
Setelah dilewati Verstappen, runtuhnya performa Ferrari tidak lagi terbendung. Temperatur lintasan Spielberg yang sangat panas membuat ban mobil Ferrari terdegradasi jauh lebih ekstrem daripada perkiraan simulasi tim. Hamilton terpaksa masuk pit sangat awal di Lap 13 dan mengeluhkan lewat radio bahwa mobilnya kekurangan tenaga serta kehilangan grip.
Kondisi diperparah oleh blunder strategi saat periode Virtual Safety Car (VSC) yang dipicu karena mogoknya Carlos Sainz. Di saat tim lawan mengambil keuntungan karena dapat mengganti ban "gratis", Ferrari justru memilih bertahan di lintasan dengan ban lama. Begitu balapan kembali normal, Leclerc yang sempat memimpin sementara langsung menjadi sasaran empuk pembalap lain sebelum akhirnya terlibat kontak minor yang merusak sayap depannya.
Saat bendera finis dikibarkan, George Russell keluar sebagai pemenang, disusul Max Verstappen dan Kimi Antonelli di podium. Sementara itu, duo Ferrari harus gigit jari setelah terlempar dari baris depan. Lewis Hamilton terdampar di posisi ke-5 dan Charles Leclerc mengalami hari yang lebih frustrasi dan finis di posisi ke-8. Tim asal Maranello ini pulang dengan tumpukan evaluasi besar mengenai rapuhnya race pace mereka di hari Minggu.