Buah Khas Bali, Kekayaan Rasa dari Pulau Dewata
- Link foto: https://www.istockphoto.com/id
Kuliner, VIVA Bali – Bali, pulau yang dikenal dengan keindahan alam, budaya, dan keramahan penduduknya, ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik. Salah satu kekayaan yang sering luput dari sorotan adalah ragam buah khas Bali.
Buah-buahan ini bukan hanya menyegarkan, tetapi juga punya nilai budaya, kesehatan, bahkan spiritual bagi masyarakat Bali. Yuk, kita telusuri lebih dalam!
1. Salak Bali (Salacca zalacca)
Salak Bali menjadi ikon buah khas Bali yang paling terkenal. Berbeda dengan salak dari daerah lain, salak Bali memiliki kulit yang lebih kasar, daging buah yang lebih tebal, serta rasa yang cenderung manis-asam dan segar.
Terdapat dua jenis utama salak Bali, yaitu salak gula pasir yang rasanya sangat manis dan salak biasa dengan kombinasi rasa manis dan sepat.
Salak gula pasir sangat istimewa karena hanya tumbuh di wilayah Sibetan, Karangasem. Harganya pun relatif lebih mahal karena produksi terbatas. Masyarakat Bali sering menjadikan salak sebagai buah tangan, pelengkap upacara adat, hingga bahan olahan seperti manisan dan dodol salak.
2. Juwet atau Juwet Bali (Syzygium cumini)
Juwet Bali, buah legendaris Bali yang sudah jarang
- Sumber: https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/15_juwet-buah-legendaris-yang-keberadaannya-kini-sangat-jarang-terlihat
Buah ini dikenal juga dengan nama jamblang atau duwet di daerah lain, namun di Bali punya keunikan rasa. Juwet Bali memiliki warna ungu gelap dengan rasa asam-manis sepat yang khas.
Biasanya buah ini dinikmati langsung atau diolah menjadi sirup, selai, dan rujak.
Selain nikmat, juwet juga dipercaya punya manfaat kesehatan seperti menurunkan kadar gula darah, memperlancar pencernaan, dan kaya antioksidan. Di beberapa desa di Bali, juwet juga digunakan sebagai pewarna alami untuk upacara adat.
3. Sawo Bali (Manilkara kauki)
Sawo Bali atau dikenal juga dengan sebutan sawo kecik di Jawa, adalah buah kecil berwarna cokelat dengan rasa manis legit.
Pohon sawo Bali sering ditanam di pekarangan pura atau rumah warga karena diyakini membawa keberkahan dan perlindungan.
Buahnya jarang dijual di pasar besar karena lebih banyak dikonsumsi sendiri atau digunakan dalam ritual keagamaan.
Rasanya yang manis membuat sawo Bali cocok dijadikan camilan sehat atau tambahan dalam es campur tradisional.