Sejarah dan Asal Usul Rowo Bayu

Rowo Bayu Banyuwangi sarat mistis yang kental
Sumber :
  • https://sidita.disbudpar.jatimprov.go.id/destinasi/detail/60eefd52b9b33ab5197a8b345f5f4c98f9f3

Mistis, VIVA Bali –Rowo Bayu terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, di lereng Gunung Raung. Secara geologis, kawasan ini terbentuk dari aliran lava purba letusan Gunung Raung yang membentuk struktur batuan unik.

img_title Sensasi Safari Afrika di Savana Bekol Taman Nasional Baluran

Nama "Rowo" berarti rawa atau telaga, sedangkan "Bayu" berarti angin. Dalam catatan sejarah, tempat ini merupakan pusat Kerajaan Blambangan di bawah kepemimpinan Prabu Tawang Alun yang kerap menggunakannya sebagai tempat meditasi.

Rowo Bayu juga mencatat sejarah kepahlawanan nasional lewat peristiwa Perang Puputan Bayu yang meletus pada 11 Oktober 1771. Perang ini merupakan perlawanan habis-habisan (puputan) rakyat Blambangan di bawah komando Pangeran Jagapati melawan penjajahan VOC Belanda.

img_title Jejak Sejarah Perkampungan Tua Tradisional Suku Batak Karo

Keyakinan Masyarakat Sekitar

Masyarakat lokal meyakini kawasan Rowo Bayu sebagai zona sakral yang dijaga oleh kekuatan spiritual leluhur. Terdapat tiga sumber mata air utama di tempat ini—yakni Sumber Kaputren, Sumber Dewi Gangga, dan Sumber Kamulyan—yang diyakini memiliki tuah kebaikan dan tidak pernah kering meski musim kemarau.

img_title Menyigi Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir: Antara Fakta Sains dan Mitos

Kehadiran petilasan Prabu Tawang Alun serta candi pemujaan membuat kawasan ini dikeramatkan, sehingga setiap pengunjung diwajibkan menjaga tata krama, perkataan, dan perbuatan selama berada di area hutan lindung tersebut.

Tradisi Lokal dan Bukti Nyata yang Bertahan

Hingga saat ini, tradisi dan bukti fisik sejarah masih terjaga utuh di kawasan Rowo Bayu. Masyarakat secara rutin menggelar ritual budaya dan napak tilas untuk mengenang arwah para pahlawan yang gugur dalam Perang Puputan Bayu.

Bukti nyata yang masih dapat disaksikan meliputi:

  • Telaga dan Pohon Raksasa: Pepohonan berusia ratusan tahun berukuran besar yang mendominasi kawasan hutan memberikan naungan teduh sekaligus aura magis.
  • Petilasan Prabu Tawang Alun: Kompleks petilasan pertapaan raja Blambangan yang sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
  • Situs Candi Puncak Agung Macan Putih: Tempat suci yang merekam jejak sejarah kerajaan Hindu di masa lampau.

DISCLAIMER: Artikel diatas bukan mengajak pembaca untuk mempercayai hal yang bersifat mistis serta metafisika namun hanya memberikan informasi terhadap keyakinan sebagian lapisan masyarakat secara turun temurun yang akhirnya sulit terpisahkan dengan adat istiadat dalam keseharian sebagai masyarakat Indonesia.