Sekda KLU Hadiri Pengukuhan dan Sosialisasi Pencegahan Stunting
- Humas Polres Lotim/ VIVA Bali
Lombok Utara, VIVA Bali – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi menghadiri Pengukuhan dan Sosialisasi Kader Ibu Asuh Anak Terindikasi Stunting, Peduli Lingkungan Sehat serta Edukasi Gizi dan Peruntukan Kental Manis yang diselenggarakan oleh Muslimat NU bertempat di Aula Kantor Bupati, Kamis 29 Agustus 2025.
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Lalu Bahrudin, PP Muslimat NU, Muslimat NU se Provinsi NTB, tokoh masyarakat serta undangan lainya.
Sekda Anding menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus Muslimat NU yang telah di kukuhkan semoga dalam melaksanakan tugas dan kewajiban berjalan dengan baik serta mampu berkolaborasi dengan semua pihak.
“Selamat kepada pengurus yang telah dikuhkan untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sekda Anding menyebut KLU masih tinggi angka stunting sehingga menjadi atensi Pemda bersama semua stekholder untuk terus menekan agar bisa turun secara signifikan.
“Pentingnya sosialisasi dan pencegahan seperti kemiskinan dan pernikahan dini dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam pencegahan stunting,”jelasnya.
Di tempat yang sama juga PP Muslimat NU, Andi Nurhiyari Jamaro menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dimulai sejak hari rabu dengan berbagai acara dimulai dengan mengunjungi dan memeberikan bantuan beberapa pesantren yang ada di Kabupaten Lombok Utara.
“Sebagai organisasi wanita terbesar di Indonesia, Organisasi Muslimat NU bergerak di bidang sosial keagamaan sebagai mitra pemerintah,” katanya.
Andi Jamaro juga memaparkan bahwa Muslimat NU memiliki tiga program unggulan yang langsung diresmikan oleh Presiden RI Prabowo yaitu mengentaskan muslimat cantik kemiskinan ekstrim, muslimat cantik sehat dan bugar serta muslimat cantik sadar lingkungan.
“Ketiga program ini dikolaborasikan dengan berbagai program pemerintah daerah KLU yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk menurunkan angka stunting,” jelasnya.
Sementara itu dalam laporanya Ketua Muslimat NU NTB Dewi Yani Wahyuti, menuturkan bahwa Muslimat NU pada saat gempa di tahun 2018 langsung turun kemasyarakat untuk memeberikan bantuan.
Serta trauma healing dan setelah gempa, dalam perjalanan pasca gempa wajah Kabupaten Lombok Utara telah berbeda dan sangat maju dari sebelumnya.
“Muslimat NU merupakan mitra pemerintah dalam membantu serta bekerjasama demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,”katanya.
Lebih lanjut Dewi beberapa program unggulan yang bertujuan untuk membantu masyarakat terutama masyarakat miskin dan miskin ekstrim serta penunan stunting.
Sehingga hal tersebut sebagai kepedulian Muslimat NU untuk terus membersamai Pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat.
“Muslimat NU NTB telah bekerjasama dengan seluruh Bupati dan Walikota se Provinsi NTB serta mensosialisasikan kepada seluruh pondok pesantren NU yang tersebar di NTB untuk mencegah stunting dan pernikahan dini,” tuturnya.
Acara dirangkaikan dengan pengukuhan Ibu Asuh Anak pencegahan Stunting oleh Pimpinan Pusat NU serta Penyerahan pelakat yang diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara.