Manfaat Journaling, Trik Sederhana untuk Pikiran Lebih Tenang

Ilustrasi seorang wanita yang sedang menulis jurnal harian.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-orang-yang-memegang-piala-3363111/

Gaya Hidup, VIVA Bali –Di tengah kesibukan yang padat, sering kali kita merasa pikiran penuh dan sulit menemukan jalan keluar. Rasanya seperti ada terlalu banyak hal yang menumpuk di kepala, tapi tidak ada ruang untuk bernapas. Salah satu cara sederhana yang bisa membantu adalah journaling, atau menulis catatan harian. Bukan sekadar hobi menulis, journaling ternyata punya manfaat besar bagi kesehatan mental dan kesejahteraan kita.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan HelpGuide, journaling dapat membantu mengelola stres, kecemasan, dan bahkan depresi ringan. Saat menuliskan isi pikiran, kita seolah memberi ruang pada otak untuk “bernapas.” Pikiran yang semula kacau jadi lebih terstruktur, sehingga lebih mudah menemukan apa yang sebenarnya kita rasakan. Alih-alih membiarkan emosi berputar-putar di kepala, menuliskannya bisa jadi cara aman untuk melepaskan beban.

Artikel lain yang diterbitkan PositivePsychology juga menegaskan bahwa journaling memberi banyak manfaat nyata. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran diri. Dengan menulis rutin, kita bisa mengenali pola pikiran atau emosi yang sering muncul. Misalnya, menyadari bahwa rasa cemas selalu datang menjelang ujian atau rapat penting. Kesadaran kecil ini membuat kita lebih mudah mengantisipasi dan menghadapinya di masa depan.

Selain membantu mengenali dan mengelola emosi, journaling juga memperbaiki suasana hati. Ada alasan mengapa banyak orang merasa lebih ringan setelah menulis di buku catatan. Saat menuliskan hal-hal yang kita syukuri, tubuh memproduksi hormon positif yang membuat perasaan lebih stabil. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal rasa syukur bisa meningkatkan kebahagiaan jangka panjang.

Journaling juga bisa melatih fokus dan kejernihan berpikir. Ketika semua ide, rencana, atau kekhawatiran dituangkan ke atas kertas, otak tidak lagi dibebani untuk terus “mengingat” semuanya. Hal ini membuat kita lebih produktif, karena energi mental bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah atau bekerja lebih kreatif. Tidak heran jika banyak mahasiswa maupun profesional menjadikan journaling sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

Kabar baiknya, journaling tidak harus rumit. Tidak perlu menulis esai panjang atau menggunakan bahasa indah. Cukup beberapa kalimat sederhana setiap hari sudah bisa memberi manfaat. Bisa berupa catatan tentang apa yang membuat kita bahagia hari ini, kekhawatiran yang sedang dirasakan, atau hal-hal kecil yang patut disyukuri. Yang terpenting adalah konsistensi.

Pada akhirnya, journaling adalah investasi kecil dengan dampak besar. Hanya butuh waktu beberapa menit, tapi hasilnya bisa membuat pikiran lebih jernih, emosi lebih seimbang, dan hati lebih tenang. Jadi, kalau merasa penat dengan rutinitas, coba ambil pena dan buku catatan. Siapa tahu, lewat tulisan sederhana itu, kamu menemukan ruang lega yang selama ini dicari.