Menjaga Masa Depan Pulau Bali dengan Mandiri Secara Energi

Menjaga Bali dengan Mandiri Secara Energi
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/panel-surya-di-lapangan-hijau-513dBrMJ_5w

 

Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan target Net Zero Emissions (NZE) pada 2045, 15 tahun lebih cepat dari target nasional. Melalui Peraturan Gubernur No. 45 Tahun 2019 tentang Energi Bersih, Bali berkomitmen membangun sistem energi yang mandiri dan berkelanjutan. Namun, tantangan seperti kebutuhan pembangkit baru sebesar 400–600 MW dan sistem penyimpanan energi sebesar 21 GWh masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa percepatan dan kolaborasi lintas sektor, target ini berisiko menjadi sekadar ambisi.

 

Energi dan Identitas Bali

 

Kemandirian energi bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal identitas. Dalam filosofi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Energi bersih yang berbasis komunitas, seperti biogas desa, panel surya di fasilitas publik, dan mikrohidro di daerah terpencil, adalah wujud nyata dari semangat gotong royong dan inovasi lokal.

Bali harus mandiri secara energi agar bisa menjaga keberlanjutan pariwisata, ketahanan ekonomi, dan kehormatan budaya. Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber daya, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih adil, bersih, dan berpihak pada generasi mendatang. Di tengah tantangan global, Bali punya peluang untuk menjadi contoh: pulau kecil dengan visi besar.