Kebun Raya Bedugul Bali Buka Wisata Kunang-Kunang, Digelar Sore hingga Malam

Wisata Kebun Raya Bali
Sumber :
  • https://www.instagram.com/kebunraya_bali/

Tabanan, VIVA Bali –Pengelola Kebun Raya Bedugul di Kabupaten Tabanan, Bali, mengembangkan program eksplorasi kunang-kunang dan keanekaragaman hayati sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi flora dan fauna.

img_title Edukasi Konservasi Penyu di Kuta, Wisatawan Ikut Selamatkan Tukik

Dikutip dari ANTARA News, Kamis, 15 Januari 2026, Direktur Pengelola Kebun Raya Bali, Marga Anggrianto, menyampaikan bahwa konservasi tidak hanya berfokus pada perlindungan kawasan, tetapi juga pada pembangunan pemahaman kolektif masyarakat.

“Sehingga upaya konservasi tidak hanya terhenti pada perlindungan kawasan tapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif,” kata Marga Anggrianto.

img_title Pagelaran Budaya Padangan Jadi Penggerak Ekonomi Desa Tabanan

Program eksplorasi kunang-kunang ini digelar mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA. Waktu tersebut dipilih karena merupakan masa peralihan dari siang ke malam atau periode krepuskular, yakni fase ketika kunang-kunang aktif beraktivitas.

Dalam kegiatan ini, pengunjung diajak menyusuri sejumlah titik kawasan Kebun Raya Bedugul, mulai dari area pemandangan Danau Beratan, kawasan hutan tropis, hingga Taman Panca Yadnya.

img_title Pemprov NTB Telusuri Jejak Warisan Budaya yang Tersimpan di Australia

Dikutip dari ANTARA News, beberapa jenis kunang-kunang yang ditemukan di kawasan tersebut antara lain Lamprigera species pluralis (Spp) dan Abscondita Spp. Kedua spesies ini banyak dijumpai di area sekitar danau dan Taman Panca Yadnya.

Menurut pengelola, kemunculan kunang-kunang menjadi indikator kondisi lingkungan yang sehat.

“Kunang-kunang muncul pada kondisi iklim yang stabil, dengan kelembaban udara tinggi, suhu sejuk, sirkulasi udara baik, serta minim cahaya buatan,” jelas Marga.

Cahaya yang dihasilkan kunang-kunang berasal dari proses bioluminesensi, yakni reaksi kimia alami dalam tubuh serangga yang hampir tidak menghasilkan panas. Cahaya ini berfungsi sebagai alat komunikasi, terutama dalam proses reproduksi.

Fenomena tersebut tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga bernilai edukatif bagi masyarakat yang ingin memahami ekosistem alam secara langsung.

Selain kunang-kunang, peserta eksplorasi juga berkesempatan mengamati berbagai fauna malam lainnya, seperti amfibi, reptil, burung, hingga beragam jenis serangga yang hidup di ekosistem hutan tropis Kebun Raya Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan komunitas eksplorasi alam Nusantara Wilderness.

Perwakilan komunitas tersebut, Bella Evanglista, menyebut eksplorasi ini tidak sekadar mengamati satwa, tetapi juga memahami cara alam menjaga keseimbangan.

Halaman Selanjutnya
img_title