Menelusuri Keajaiban Telaga Warna Dieng

Telaga Warna Dieng
Sumber :
  • https://bobobox.com/blog/wp-content//uploads/2025/07/telaga-warna-dieng-scaled.webp

Wisata, VIVA Bali –Dataran Tinggi Dieng selalu punya cara untuk menyihir siapa pun yang datang. Di balik kabut tipis dan udara dingin yang menusuk tulang, tersimpan sebuah permata alam yang keindahannya telah mendunia, inilah Telaga Warna. Terletak di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), telaga ini bukan sekadar genangan air vulkanik biasa. Tapi panggung alam di mana warna-warna berubah secara magis, dibalut legenda kuno yang tetap hidup di tengah masyarakat lokal.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

Fenomena Alam yang Memukau Mata

Daya tarik utama Telaga Warna terletak pada fenomena perubahan warnanya yang dramatis. Terkadang airnya tampak hijau terang, namun dalam sekejap bisa berubah menjadi biru laut, kuning keemasan, atau bahkan terlihat seperti pelangi. Secara ilmiah, fenomena ini terjadi karena kandungan sulfur (belerang) yang sangat tinggi di dasar telaga. Ketika sinar matahari mengenai permukaan air, terjadi reaksi kimia dan pembiasan cahaya oleh mikroorganisme seperti plankton dan ganggang, menciptakan gradasi warna yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

Keindahan ini semakin lengkap karena letak Telaga Warna yang bersisian dengan Telaga Pengilon. Meski jaraknya hanya dipisahkan daratan kecil, kedua telaga ini memiliki karakter yang bertolak belakang. Jika Telaga Warna memiliki air yang berwarna-warni dan mengandung sulfur, sedangkan Telaga Pengilon justru memiliki air yang sangat jernih dan tenang seperti cermin yang menjadi asal-usul namanya, "Pengilon" (cermin dalam bahasa Jawa).

Di Balik Legenda Cupumanik Astagina

img_title Ekowisata Bahari Wakatobi, Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Bagi masyarakat setempat, keindahan Telaga Warna tidak hanya dipandang dari sisi sains, tetapi juga dari kacamata spiritual melalui legenda Cupumanik Astagina. Diceritakan dalam pewayangan, Cupumanik Astagina adalah sebuah pusaka sakti milik Dewi Indradi yang bisa menampilkan keindahan seluruh alam semesta. Namun, pusaka ini menjadi rebutan di antara anak-anaknya, yakni Subali, Sugriwa, dan Dewi Anjani.

Singkat cerita, pusaka tersebut dilempar oleh ayah mereka, Resi Gotama, untuk mengakhiri perselisihan. Isinya tumpah di wilayah Dieng dan berubah menjadi Telaga Warna, sementara tutupnya jatuh di India dan menjadi Telaga Semala. Warna-warni yang muncul di permukaan telaga dipercaya sebagai sisa-sisa keindahan dari isi pusaka kedewataan tersebut. Versi lain menyebutkan bahwa warna-warna telaga berasal dari pantulan kalung seorang putri cantik yang terjatuh ke dalam air, menambah nuansa mistis yang menyelimuti objek wisata ini.

Halaman Selanjutnya
img_title