Melangkah di Indahnya Kebun Raya Eka Karya Bedugul

Kebun Raya Bedugul
Sumber :
  • https://www.mybalipass.com/bali-botanical-garden-tickets

Wisata, VIVA Bali –Kebun Raya Eka Karya Bali yang lebih dikenal publik sebagai Kebun Raya Bedugul atau Bali Botanical Garden adalah sebuah permata yang menaungi keanekaragaman hayati terbesar di Indonesia. Terletak di kawasan pegunungan sejuk Bedugul, tepatnya di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, kebun botani ini menawarkan pengalaman wisata yang jauh berbeda.

img_title Belajar Siklus Air Sambil Bermain di Waterpark

Berada di ketinggian antara 1.250 hingga 1.450 meter di atas permukaan laut, suhu udara di sini sangat menyegarkan, berkisar antara 17-25°C pada siang hari, menjadikannya paru-paru udara yang vital bagi pulau Dewata. Dari berbagai sudut Kebun Raya seluas 157,5 hektar ini, pengunjung disajikan pemandangan alam yang menakjubkan, termasuk panorama Danau Beratan yang ikonik dan Pura Ulun Danu yang seolah terapung. Kebun Raya Bedugul memegang empat fungsi utama yang esensial, yakni sebagai pusat konservasi ex-situ, penelitian botani, pendidikan lingkungan, dan rekreasi alam yang ramah keluarga.

Sejarah dan Fungsi Konservasi Eka Karya

img_title Mengintip Seni Pembuatan Papan Selancar di Bali

Gagasan pendirian Kebun Raya ini berawal pada tahun 1955, diprakarsai oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam, bersama I Made Taman selaku Kepala Lembaga Pelestarian dan Pengawetan Alam. Keinginan untuk mendirikan cabang Kebun Raya di luar Jawa berbuah manis ketika pada tahun 1958, lokasi seluas 50 hektar di areal hutan reboisasi Candikuning ditetapkan. Secara resmi, Kebun Raya "Eka Karya" Bali diresmikan pada 15 Juli 1959.

Nama "Eka Karya" sendiri diusulkan oleh I Made Taman yang berarti "Satu Hasil Kerja", menyimbolkan statusnya sebagai kebun raya pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia sendiri setelah masa kemerdekaan. Awalnya, fokus utama kebun ini adalah untuk mengoleksi Gymnospermae atau tumbuhan berdaun jarum dari seluruh dunia. Namun, seiring berjalannya waktu dan setelah mengalami pasang surut pengelolaan, Kebun Raya Bedugul kemudian dikembangkan menjadi pusat konservasi ex-situ bagi tumbuhan pegunungan tropika Kawasan Timur Indonesia.

img_title Ekowisata Bahari Wakatobi, Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Di bawah pembinaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan dikelola oleh PT Mitra Natura Raya, Kebun Raya ini telah mengalami perluasan signifikan. Dari luas awal 50 hektar, kini Kebun Raya Bedugul membentang hingga 157,5 hektar, berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau. Upaya konservasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada flora, tetapi juga mendukung keberadaan fauna lokal, di mana lebih dari 70 jenis burung dan beberapa satwa lain seperti tupai dan sesekali monyet dari cagar alam tetangga dapat ditemukan di habitat alaminya.

Halaman Selanjutnya
img_title