Nuca Molas Jadi Jurassic Park ala Pulau Flores

Keindahan Alam Pulau Mules
Sumber :
  • https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/nuca_molas

Merasakan Hangatnya Homestay di Nuca Molas

img_title Menjajal River Tubing Sungai Bahorok: Sensasi Mengapung Bersama Orangutan

Keunikan Nuca Molas tak hanya terletak pada geografi dan keanekaragaman hayatinya, melainkan juga pada aspek sosial budayanya. Meskipun mayoritas penduduk daratan Flores menganut agama Katolik, sebagian besar warga Pulau Mules adalah pemeluk agama Islam. Konon, ajaran Islam ini dibawa oleh nenek moyang mereka yang berasal dari suku Ende, Bima, dan Bugis. Perbedaan budaya dan bahasa lokal yang khas dengan Manggarai daratan ini menambah dimensi kekayaan tradisi yang hidup di pulau tersebut.

Penduduk lokal yang ramah telah mengelola potensi wisata melalui Pokdarwis Nuca Molas. Mereka menyediakan fasilitas dasar seperti homestay sederhana, toilet umum, dan dermaga. Memungkinkan wisatawan untuk tinggal dan merasakan kehidupan autentik masyarakat pulau, menikmati hidangan laut segar, atau bahkan mengikuti aktivitas harian seperti memancing tradisional dan membuat anyaman.

img_title Menjajal Mengarungi Sungai Asahan: Lokasi Rafting Terbaik Ke-3 Dunia

Untuk bisa sampai Nuca Molas memang membutuhkan sedikit upaya ekstra yang justru menjadi bagian dari petualangannya. Perjalanan dimulai dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 2-3 jam menuju Desa Dintor. Kemudian menyeberang menggunakan perahu motor atau speedboat selama sekitar 15-45 menit. Setiap mil perjalanan ini sepadan dengan keheningan dan keindahan yang menanti di sana.