Pesona Pantai Tanah Kuning Kalimantan Utara
- https://kaltara.jadesta.com/desa/pantai_tanah_kuning
Wisata, VIVA Bali –Terletak di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Pantai Tanah Kuning merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memikat hati. Menurut portal pariwisata Bulungan, pantai ini menyajikan hamparan pasir putih yang halus dan air laut yang jernih, menciptakan suasana yang menenangkan.
Saat senja tiba, langit jingga berpadu refleksi cahaya di permukaan laut, menjadi pemandangan matahari terbenam di pantai ini begitu ciamik. Suara ombak lembut dan angin sepoi-sepoi menghadirkan kenyamanan yang khas, ideal bagi mereka yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Karakter Budaya Lokal
Lebih dari sekadar keindahan alam, Pantai Tanah Kuning juga menonjolkan aspek budaya lokal yang kental. Desa nelayan di sekitarnya memberikan warna tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Kita bisa menyaksikan aktivitas nelayan tradisional sekaligus berinteraksi dengan penduduk yang ramah. Tak hanya itu, kita juga bisa mencicipi hidangan laut segar di warung-warung sederhana di tepi pantai yang siap memanjakan lidah.
Desa Tanah Kuning sendiri memiliki populasi sekitar 3.358 jiwa (data 2023) dengan luas wilayah sekitar 20 ribu hektar menurut Kemenparekraf. Topografi desa ini landai hingga berbukit, sangat cocok untuk lahan perkebunan seperti kelapa sawit. Pariwisata desa semakin berkembang dengan berbagai atraksi menarik. Ada Makam Kramat yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kalimantan Utara. Setiap tahun penduduk merayakan Pesta Pantai “Mappandre Tassi”, yakni sebuah acara budaya di pantai untuk mempererat komunitas nelayan dan melestarikan tradisi lokal.
Selain itu, desa ini juga dikenal dengan hadirnya hiu tutul , salah satu hewan laut yang dilindungi dan langka. Mereka juga melakukan upaya rehabilitasi terumbu karang melalui pembuatan terumbu karang buatan — sebuah bentuk wisata alam sekaligus konservasi. Bagi siapa pun yang gemar memancing, tersedia spot memancing yang banyak tersedia.
Pembuatan perahu kayu tradisional masih dijalankan di desa, meski jumlah tukang perahunya berkurang karena bahan kayu yang makin terbatas. Kehidupan harian nelayan tradisional tetap berjalan walaupun desa ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, masyarakat juga mengelola kebun kelapa sawit melalui koperasi dan mulai panen, yang turut mendukung perekonomian lokal. Kuliner tradisional hingga kekinian pun tersedia, berbahan lokal khas desa ini, menjadikan oleh-oleh wisatawan semakin beragam.