Trauma Berat, Bidan N di Desa Alasrejo Diperiksa Forensik Psikologis Polda Jatim
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Enam pekan pasca pelaporan dugaan pelecehan seksualitas Oknum Kepala Dusun (Kadus) A di Desa Alasrejo oleh Bidan N ke Polsek Wongsorejo, penanganan kasus ini terus bergulir. Penyidik Reskrim Polsek Wongsorejo melakukan pemeriksaan forensik psikologis korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim.
Pemeriksaan forensik psikologis dilakukan guna memenuhi kelengkapan barang bukti penanganan kasus dugaan pelecehan seksualitas oleh Oknum Kadus A di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada pemeriksaan ini, korban Bidan N diperiksa langsung oleh dokter kepolisian di RS Bhayangkara Polda Jatim.
Pemeriksaan meliputi kondisi psikologis Bidan N pasca peristiwa dugaan pelecehan seksualitas yang dialaminya.
“Hasilnya seperti apa dan bagaimana, itu merupakan bagian dari penanganan kami dalam pengungkapan kasus ini,” ujar Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan melalui Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo Aipda Oktorio Wisnu Pradana.
Dalam pemeriksaan forensik psikologis tersebut, korban Bidan N ditemani suami serta kerabatnya untuk memberikan dukungan.
“Bukan hanya sendiri, pelapor juga ditemani sejumlah pihak keluarga bersama saya serta anggota Reskrim Polsek Wongsorejo,” tutur Aipda Oktorio pada VIVA News.
Kasus ini bermula saat korban Bidan N mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksualitas oleh Oknum Kadus A. Senin, 5 Januari 2026.
Korban Bidan N yang saat itu sedang mengendarai motor seorang diri, tiba-tiba dilecehkan Oknum Kadus A.
“Paha bagian dalam saya diremas dan dielus ke depan (oleh Oknum Kadus A) saat naik motor di jalan Kebunrejo,” kata korban dugaan pelecehan seksualitas, Bidan N.
Usai menjadi korban dugaan pelecehan tersebut, Bidan N mengalami syok dan sempat meneriaki korban yang langsung melarikan diri menggunakan motor yang dikendarainya.
“Saya langsung teriaki dan kabur. Saya tahu banget kalau itu dia (Oknum Kadus A) karena memang saya mengenalnya,” jelas Bidan N pada VIVA News.
Pasca peristiwa tersebut, korban Bidan N hingga saat ini mengalami trauma mendalam serta ketakutan berlebihan.
Kini Bidan N tidak berani melakukan aktifitas seorang diri terutama di lokasi yang dianggap sepi dan minta selalu ditemani oleh suami atau ayahnya.