Cegah Banjir di Jalan Lingkar Selatan, PUPR Bakal Bangun Kolam Retensi di Samping Kantor Baru Walikota
- Ramli Ahmad/ VIVA Bali
Mataram, VIVA Bali – Kawasan selatan Kota Mataram setiap tahun menjadi langganan banjir menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan dan bahkan merendam gedung DPRD Kota Mataram hingga Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menanggapi persoalan kronis ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram berencana membangun kolam retensi.
Kolam retensi ini akan dibangun persis di samping Bundaran Mataram Metro atau selatan kantor baru walikota Mataram ( Bale Mentaram), dengan tujuan utama memperlambat laju arus air dari arah timur sebelum mencapai area pantai. Proyek ini diharapkan dapat meminimalisir genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat dan pemerintahan.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa kondisi geografis Mataram menjadi tantangan besar dalam penanganan banjir.
"Muka air laut kita lebih tinggi dari daratan. Itu loh, kalau kita mau buka sekarang tembus pantai, mau buatkan saluran di situ tuh, dia nggak bisa," ujar Lale Kamis 12 Februari 2026.
Menurut Lale, upaya membuat saluran langsung seringkali tidak efektif dan bahkan bisa memperparah keadaan jika terjadi fenomena "rob" atau air pasang tinggi.
"Kalau kita arah langsung ke pantai, tentu dia nanti kalau terjadi rob, kemudian kita di sini juga airnya lagi besar, dia akan tabrakan. Seperti yang terjadi di Pantai Bom kemarin," paparnya.
Oleh karena itu, strategi yang diambil adalah meminimalisir volume air yang langsung mengalir ke area selatan.
"Jadi satu-satunya sekarang kita meminimalisir air yang menggelontor ke sana," tegas Lale.
Wacana pembangunan kolam retensi ini telah dimatangkan dan mendapat persetujuan dari Wali Kota Mataram.
"Ini ada wacana kita, saya sudah membuat perencanaannya dan sudah disetujui sama Pak Wali," kata Lale.
Kolam ini akan memanfaatkan lahan di pojok dekat kantor Wali Kota yang sudah ada saluran airnya, yakni air dari saluran ini akan ditangkap dan dialirkan ke kolam retensi untuk proses perlambatan sebelum mengalir lebih jauh ke arah barat.
Estimasi awal menunjukkan kolam retensi ini akan memiliki luasan sekitar 20 are dengan ketinggian 1,5 meter. Dengan dimensi tersebut, kolam ini diperkirakan mampu menampung sekitar 40.000 meter kubik air. "Cukuplah untuk 40.000 kubik air yang mampu ditahan," imbuh Lale.