Demi Estetika KDMP Bajulmati, 3 Pohon Perindang Jalan Pantura Dibabat Habis Hingga Akar

3 Pohon perindang ditebang depan KDMP Bajulmati
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Dianggap menghalangi pandangan dan akses jalan ke proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bajulmati, sedikitnya 3 batang pohon perindang yang berada di tepi akses jalan utama Jawa – Bali dipotong habis sampai akar. 

img_title Bukan Jarak Rumah, Jalur Domisili SMA Kini Ditentukan Pemeringkatan Nilai Akademik

Sejumlah pekerja ini melakukan perapian pada batang pohon perindang yang baru saja dipotong habis di depan lokasi KDMP Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Beberapa ranting serta dahan kecil batang pohon dipangkas habis setelah dirobohkan oleh beberapa pekerja dengan menggunakan gergaji mesin. 

img_title Fardhan Bawa Pulang Perak di Kerjuaraan Asia Junior 2026

Pemotongan tiga batang pohon perindang tersebut dilalukan karena dianggap menghalangi pandangan pada KDMP Bajulmati. 

3 batang pohon di tepi jalan akses utama pantura Jawa – Bali milik Dinas Bina Marga tersebut juga dianggap menghalangi akses jalan menuju KDMP Bajulmati. 

img_title Pihak Perkebunan Kampe Diduga Halangi Damkarat Banyuwangi Masuk Lokasi Kebakaran

3 Pohon perindang ditebang depan KDMP Bajulmati

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

“Apakah harus dilakukan penebangan pohon tersebut? Ini kan namanya merusak pohon perindang demi proyek KDMP. Jika ini sebuah proyek Pemerintah, seharusnya ada langkah yang lebih bijak. Bukan seenaknya main tebang seperti ini,” ujar seorang warga Desa Bajulmati, Eko Wahyudi. 

Aksi pemotongan pohon perindang demi KDMP Bajulmati tersebut diduga tidak memiliki izin resmi dari Dinas Bina Marga. 

“Kok saya ragu kalau sebelum memotong sudah izin secara resmi pada Dinas Bina Marga? Jika tidak berizin, berarti bisa dikategorikan perusakan? Saya tidak paham hukum, silakan saja bapak-bapak yang disana yang lebih paham hukum,” tutur Eko Wahyudi yang juga pegawai sebuah instansi Pemerintah. 

Dalih memotong pohon perindang karena faktor usia, juga tidak sesuai dengan kenyataan karena sebelum dipotong kondisi serta kualitas batang pohon masih cukup kuat. 

“Ada yang beragumen bahwa kawatir roboh sendiri karena musim hujan. Jika itu sebagai argumennya, seharusnya hanya dipangkas dahan dan ranting. Bukan justru dipotong habis hingga ke akar seperti ini,” kata Eko Wahyudi pada VIVA News. 

Mandor KDMP Bajulmati, Achmad Taufik belum memberikan respon atas permintaan konfirmasi melalui sambungan percakapan whatapps. 

Seluruh pertanyaan yang diajukan VIVA News tetap diabaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga 48 jam terakhir. 

Halaman Selanjutnya
img_title