Proyek KDMP Bajulmati Gunakan Tanah Uruk Campur Sampah Rumah Tangga, Fondasi Rapuh?
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bajulmati menggunakan tanah uruk yang berasal dari normalisasi sungai Daerah Irigasi (DI) Bajulmati. Selain unsur tanah, sedimen sungai DI Bajulmati tersebut juga dipenuhi sampah plastik dan sampah rumah tangga.
Sebuah alat berat ekscavator ini mengaduk-aduk mencampurkan sedimen tanah dan sampah sebelum dinaikan pada dumptruk. Senin, 9 Februari 2026.
Sedimen hasil normalisasi sungai DI Bajulmati ini digunakan sebagai tanah uruk untuk memenuhi kebutuhan proyek Pembangunan KDMP Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada sedimen tersebut terdapat campuran tanah lumpur hasil endapan sungai DI Bajulmati bersama sampah plastik dan sampah rumah tangga.
“Iya benar (menggunakan tanah sedimen sungai DI Bajulmati) untuk tanah uruk di KDMP Bajulmati. Kok proyek KDMP gunakan sampah yaa?,” tanya seorang warga sekitar proyek KDMP Bajulmati, Ivayanti.
Penggunaan sedimen tanah hasil normalisasi sungai DI Bajulmati dituding tidak tepat karena dalam pelaksanaan pembangunan proyek KDMP sudah disediakan angarannya.
“Kalau menggunakan sampah seperti ini, apa tujuannya? Ini proyek besar Pemerintah yang semua anggarannya sudah ada serta disiapkan,” ujar warga Desa Bajulmati lainnya, Bemo Rifky.
Penggunaan sedimen tanah hasil normalisasi sungai DI Bajulmati untuk kebutuhan tanah uruk dalam proyek pembangunan proyek KDMP dibenarkan Kepala Desa (Kades) Bajulmati Achmad Thoha.
“Kan kalau pakai itu (menggunakan tanah sedimen sungai DI Bajulmati) gratis, jadi tidak usah beli. Saya silakan saja pakai untuk memenuhi kebutuhan tanah uruk di proyek pembangunan KDMP,” kata Kades Bajulmati Achmad Thoha pada VIVA News.
Dalam kesempatan terpisah, Mandor KDMP Bajulmati Achmad Taufik belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan VIVA News hingga lebih dari 24 jam.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengabaikan seluruh pertanyaan yang diajukan melalui sambungan chat whatsapp.
Selain menjadi mandor di pelaksanaan proyek pembangunan KDMP di Desa Bajulmati, politikus PKB tersebut juga menjadi mandor di proyek pembangunan KDMP Alasrejo, Sumber Kencono dan Bimorejo yang kesemuanya berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.