Normalisasi Drainase di Desa Bajulmati Tumpuk Tanah di Bahu Jalan, Langgar Aturan atau Asal-asalan?

Tumpukan tanah di Bahu jalan utama Jawa - Bali
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Proyek pengerjaan normalisasi saluran drainase di Desa Bajulmati dituding picu kerawanan kecelakaan lalu lintas di jalur utama penghubung Jawa – Bali. Hal tersebut dipicu dengan banyaknya tumpukan sedimen tanah yang dibiarkan di bahu jalan hingga membuat bahu jalan tidak bisa digunakan pemotor serta sangat licin terutama saat musim hujan seperti ini. 

img_title Tumin Warga Desa Alasejo, Lansia Terlantar yang Berjuang Melawan Maut Tanpa Keluarga

Tumpukan sedimen tanah hasil normalisasi saluran drainase terlihat di sepanjang jalan Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Senin, 9 Februari 2026. 

Bukan hanya satu atau dua titik, tumpukan tanah ini berjumlah puluhan titik dengan ketinggian maksimal hingga lebih dari 1 meter. 

img_title Pesta Gol 3-0 Lawan PSPW Legend Wonorejo, Ababil FC Sidowangi Kuasai Puncak Grup A!

Di depan kantor Asisten Perhutani (Asper) Bajulmati, tumpukan tanah hasil normalisasi drainase memanjang lebih dari 20 meter. 

“Panjang nih, mulai dari depan pintu selatan hingga pintu utara semua dipenuhi oleh tanah kerukan selokan,” ujar seorang tokoh pemuda Bajulmati, Lubis. 

img_title Solidaritas Tanpa Batas: Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Penghubung Desa Sidowangi & Desa Bajulmati

Penumpukan tanah hasil pengerukan sedimen saluran drainase di bahu jalan, dituding asal-asalan karena bahu jalan bukan untuk penempatan tumpukan tanah. 

“Apa dasar hukum penempatan tumpukan tanah di bahu jalan? Apakah fungsi bahu jalan menjadi tempat sampah tumpukan tanah itu? Ini program pemerintah yang dikerjakan asal-asalan tanpa pengawasan yang jelas. Kita masyarakat hanya disuruh diam dan pasrah, maaf era sudah berubah sekarang,” tutur mahasiswa Untag Banyuwangi, Dovalent. 

Penumpukan sedimen tanah di bahu jalan membuat sejumlah pengedara harus ekstra hati-hati jika tidak ingin menjadi korban kecelakaan lalu lalu lintas. 

“Kemarin ada pemotor nabrak tumpukan tanah ini karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Kalau tidak minggir tertabrak mobil tapi mau minggir di bahu jalan ada tumpukan tanah. Jika ada apa-apa, apakah Bina Marga mau bertanggung jawab? Saya pastikan itu tidak terjadi,” kata Ketua Ormas Pemuda Pancasila Wongsorejo, Iwan. 

Koordinator pekerjaan normalisasi saluran drainase, Abu Hasan mengaku memindahkan tumpukan tanah hasil normalisasi saluran drainase tersebut bukan wewenangnya. 

“Berdasarkan arahan dari Bina Marga, tugasnya saya ya hanya ini (mengeruk tanah di saluran drainase) tidak ada tugas lain hingga saat ini. Saya hanya menjalankan perintah dari Bina Marga saja, jika tidak ada perintah saya tidak berani,” tandas koordinator pekerjaan normalisasi saluran drainase, Abu Hasan pada VIVA News. 

Halaman Selanjutnya
img_title