Onad Ungkap Diagnosis Mengejutkan Usai Rehabilitasi, Disebut Alami Peter Pan Syndrome

Onadio Leonardo
Sumber :
  • https://www.instagram.com/onadioleonardo_official/

Jakarta, VIVA Bali –Nama Onadio Leonardo atau yang akrab disapa Onad kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap fakta baru usai menyelesaikan masa rehabilitasi narkoba selama tiga bulan. Selain membahas kasus penyalahgunaan narkoba yang sempat menjeratnya, Onad juga mengaku menerima diagnosis mengejutkan dari psikolog yang menanganinya.

img_title Polisi Amankan 2.318 Tersangka Narkoba, 1.542 Diantaranya Jalani Rehabilitasi

Dikutip dari VIVA, Senin, 2 Februari 2026, suami Beby Prisillia itu mengungkap bahwa dirinya disebut mengalami Peter Pan Syndrome, yaitu kondisi psikologis yang berkaitan dengan ketidakmatangan emosional meskipun usia sudah memasuki tahap dewasa.

Seperti diketahui, Onad baru saja menyelesaikan masa rehabilitasi setelah sebelumnya terjerat kasus narkoba. Ia sempat mengaku menggunakan narkoba hanya untuk relaksasi dan dilakukan sesekali. Namun, ia menyadari bahwa risiko hukum bisa datang kapan saja.

img_title Marc Marquez Samai Rekor Legendaris Agostini, Raja Sachsenring Ukir Sejarah dengan Kemenangan ke-10

Selama menjalani rehabilitasi, Onad tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mengikuti berbagai asesmen psikologis. Dari proses tersebut, muncul kesimpulan yang membuatnya terkejut.

“Terkena Peter Pan syndrome,” ungkap Onad yang dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier.

img_title Target Mulai Dibangun 2027, Detail Engineering Design (DED) Jalan Bypass Lembar - Kayangan Dikebut Tahun Ini.

Onad menjelaskan bahwa psikolog menilai dirinya masih terjebak secara mental di usia 19 hingga 20 tahun. Padahal, secara usia biologis, ia telah menginjak usia 35 tahun. Kondisi ini dinilai memengaruhi cara berpikir dan menyikapi berbagai persoalan hidup.

“Nyangkut di umur. Jadi ternyata lu itu nggak bisa move on dari umur golden age lu yang 19,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama berada di pusat rehabilitasi, tim profesional sempat kesulitan menentukan pendekatan yang tepat. Hal ini karena kasus yang dialaminya tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan zat, tetapi juga kondisi psikologis yang lebih mendalam.

“Gua tiap hari kan mereka bingung ya orang kayak begini di assesment apa ya. Orang cuma cimeng gitu ya. Jadinya apa. Psikolog. Jadi gua tiap hari sama psikolog,” kata Onad.

Dari serangkaian sesi konseling tersebut, akhirnya muncul kesimpulan diagnosis yang cukup spesifik. Onad mengaku sempat kebingungan ketika pertama kali mendengar istilah Peter Pan Syndrome.

“Terus akhirnya gua diidap Peter Pan syndrome,” katanya.

Psikolog kemudian menjelaskan bahwa Onad pernah mengalami masa emas di usia 19 hingga 20 tahun. Namun setelah itu, hidupnya diwarnai berbagai fase sulit yang membuat perkembangan emosionalnya terhambat.

Halaman Selanjutnya
img_title