Bau Menyengat MBG di SDN 1 Sumberanyar, Mengapa 106 Siswa Disuguhi Makanan Tak Layak?
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) dituding tidak memenuhi standart konsumsi karena menimbulkan keraguan saat akan dikonsumsi. Sedikitnya 1.176 MBG yang dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberanyar mengeluarkan bau tidak sedap karena diduga sudah basi.
Keceriaan tergambar pada raut wajah106 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat, 23 Januari 2026.
Mereka Bahagia karena mendapatkan ompreng dalam progam MBG yang berisi menu basah berupa nasi putih, ayam teriyaki, mix vegetable, bola- bola tahu dan kelengkeng.
Ada juga menu kering berupa roti ambon, jeruk, telur, idamame dan telur puyuh yang disatukan dalam paket yang dibagikan.
Namun suasana berubah saat sejumlah siswa mengeluhkan bau yang tidak sedap saat membuka ompreng yang berisi MBG.
“Jadi saat bau dibuka, kata anak saya langsung terciuim bau asam yang sangat kuat. Bukan asam rasa, tapi kayak asam makanan basi,” ujar seorang wali murid, Ais.
Kerasnya bau tersebut membuat sejumlah pelajar SDN 1 Sumberanyar tersebut mengadukan hal itu pada guru kelas.
“Kata guru kelasnya, tidak usah dimakan kalau memang baunya menyengat. Makan yang lain saja, yang tidak bau,” tutur Ais menirukan cerita anaknya.
Mengetahui hal tersebut, Ais langsung menanyakan pada guru di SDN 1 Sumberanyar dan dibenarkan jika kualitas makanan memang bermasalah.
“Saya protes ke gurunya dan kata gurunya, lauk ayam teriyaki yang asem itu tidak dimakan. Kalau seperti ini, apakah tidak justru berbahaya bagi anak saya,” kata Ais pada VIVA News.
Sementara itu, mitra SPPG Sumberanyar Erna saat dihubungi VIVA News membantah jika makanan yang dibagikan dalam kondisi sudah basi.
“Tidak benar kalau basi tapi olahan ayam terayakinya memang terlalu banyak saos dan perasan jeruk nipis. Jadi bau asem tersebut dari sana bukan karena basi,” bantah Erna.
Sementara itu, Kepala SPPG Sumberanyar, Ridho yang berasal dari Yayasan Admajha Surabaya belum berhasil dihubungi VIVA News terkait dugaan adanya 1.176 paket MBG yang basi tersebut.
“(Kepala SPPG Sumberanyar, Ridh) Sedang rapat dengan seluruh tim. Jadi belum bisa dipenuhi,” ungkap seorang sumber di lingkungan SPPG Sumberanyar.