Dosen Program Studi Administrasi Publik UMNatsir Tanamkan Nilai Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Payakumbuh, VIVA Bali –Sebagai bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tim dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi (UMNatsir) beserta mahasiswa menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 4 Payakumbuh. Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan dengan tema “Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal dan Kompetensi Global” ini diikuti puluhan siswa kelas XII, untuk mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB itu secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Fita Fatimah. Dalam sambutannya, Fatimah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UMNatsir Bukittinggi.
“Kehadiran kegiatan PkM ini tentu membawa hal-hal positif bagi siswa kami, terutama dalam mempersiapkan mental dan visi kepemimpinan mereka,” ujarnya.
Ketua Pelaksana PkM, Rizan Hasbullah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata kampus untuk berkontribusi pada masyarakat.
“Sasaran kami adalah siswa kelas XII yang sebentar lagi menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Mereka akan melanjutkan mimpi masing-masing, baik ke perguruan tinggi maupun berwirausaha. Pada posisi apa pun nanti, mereka akan menjadi pemimpin. Karena itu, penting bagi mereka untuk tetap mempertahankan kearifan lokal sekaligus membekali diri dengan kompetensi global,” papar Rizan.
Materi inti disampaikan oleh narasumber Wahib Assyahri yang juga merupakan Ketua Program Studi Administrasi Publik UMNatsir.
Dengan berbagi pengalaman panjangnya menduduki berbagai jabatan, Wahib menekankan tiga pilar utama kepemimpinan: integritas, moral, dan karakter.
“Permasalahan yang sering terjadi saat ini adalah pelanggaran moral yang dilakukan oleh pemimpin. Seorang pemimpin sejati harus memiliki pondasi karakter yang kuat,” tegas Wahib.
Dia kemudian mengajak siswa meneladani para pahlawan asal Sumatera Barat. “Saat memimpin, mereka tidak melupakan kearifan lokal yang telah tertanam jauh hari. Di saat yang sama, prestasi dan kapasitas mereka diakui secara global, seperti bung Hatta, Mohammad Natsir, Buya Hamka dan tokoh lain,” tambahnya, menyebut contoh konkret keteladanan yang dekat dengan keseharian peserta.
Melalui kegiatan ini, Prodi Administrasi Publik UMNatsir berharap dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada budaya lokal namun mampu bersaing di tataran global.