Siswa MTsN 12 Banyuwangi Terkecoh Rasa Asam, Program MBG Diduga Sajikan Makanan Basi

MTsN 12 Banyuwangi di Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada ratusan siswa Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Banyuwangi diduga sudah tidak layak konsumi. Namun karena ketidaktahuan pelajar tersebut, nasi MBG yang sudah mengeluarkan bau asam tersebut tetap dikonsumsi. 

img_title Siswa SLTP di Wongsorejo Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Dibawah Umur

Sekilas tidak ada yang aneh pada kumpulan pelajar MTsN 12 di sebuah lokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini. Jumat, 23 Januari 2026. 

Namun tema obrolan para remaja tanggung ini cukup miris jika didengarkan dengan seksama terkait makanan MBG yang baru saja mereka konsumsi. 

img_title Nasib Malang Pedagang Nasi Goreng Harjono, Korban Pencurian di Areal Pasar Wongsorejo

Mereka mengulas kualitas makanan gratis dari program pemerintah tersebut yang memiliki rasa tidak biasa dan berasa asam. 

“Makanan yang saya konsumsi tadi rasa olahan ayamnya terasa asam. Kayaknya asam banget pas dimakan,” ujar seorang pelajar MTsN 12, M. 

img_title Bukan Sekadar Baris-berbaris, Ini Prestasi Bergengsi 25 Siswa Anggota Paskibraka Wongsorejo

Minimnya sosialisasi tentang citarasa makanan bermasalah, membuat ratusan makanan yang diduga telah basi tersebut ludes dimakan ratusan pelajar MTsN 12. 

“Saya tidak tahu kalau itu basi, saya pikir memang rasa makanannya yang demikian. Kan ada makanan yang memang memiliki rasa asam gitu, jadi saya habiskan saja,” tutur M dengan polosnya pada VIVA News. 

Namun berbeda dengan K pelajar MTsN 12 lainnya yang sudah merasa curiga dengan kualitas makanan yang diterimanya karena citarasa asam yang dimunculkan lebih kuat dari biasanya. 

“Jatah saya tidak saya makan karena rasa asamnya kuat dan saya tidak mampu menahannya. Jadi saya tidak makan sama sekali, hanya icip saja dan tidak saya lanjutkan,” kata K mengisahkan peristiwa yang baru saja dialami. 

Dugaan makanan MBG tersebut sudah tidak layak konsumsi ternyata disampaikan seorang guru yang mendatangi siswa di kelas. 

“Ada guru tadi masuk ke dalam kelas dan menyampaian jika makanan tersebut sudah basi serta dilarang untuk dikonsumsi. Padahal sudah banyak yang mengkonsumsinya tadi,” jelas K saat ditemui. 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Sekolah MTsN 12 Herny Nilawati belum berhasil dihubungi VIVA News guna mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut. 

Sejumlah wali kini dihantui rasa waswas terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya pasca mengkonsumsi makanan basi dalam program MBG ini.